Kemiskinan antar wilayah di Indonesia masih menunjukkan perbedaan yang signifikan sebagai akibat dari ketimpangan pembangunan regional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketimpangan kemiskinan serta mengidentifikasi pola spasial distribusi kemiskinan antar provinsi di Indonesia tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif, pengukuran ketimpangan menggunakan coefficient of variation dan indeks Gini, serta analisis spasial menggunakan Moran’s I, Local Indicator of Spatial Association (LISA), dan regresi spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah penduduk miskin antar provinsi sebesar 614,73 ribu jiwa dengan tingkat ketimpangan yang sangat tinggi (CV = 1,499; Gini = 0,591). Uji autokorelasi spasial global menunjukkan bahwa distribusi kemiskinan tidak memiliki hubungan spasial yang signifikan dan cenderung bersifat acak secara geografis. Analisis spasial lokal juga tidak menemukan pola klaster kemiskinan yang kuat secara nasional. Selain itu, variabel pengangguran memiliki hubungan positif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan dalam model spasial. Temuan ini menunjukkan bahwa ketimpangan kemiskinan di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor struktural wilayah dibandingkan kedekatan geografis.
Copyrights © 2026