Adityarini Kusumaningtyas
Universitas Khairun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI GENDER DAN KEKUASAAN DALAM “CANTIK ITU LUKA” MELALUI ARTIKULA SI & SANG Adityarini Kusumaningtyas; Roni Kurniawan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/b4arhg11

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menganalisis dinamika kekuasaan dan stereotip gender dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dengan menggunakan pendekatan linguistik korpus. Fokus kajian terletak pada penggunaan artikula si dan sang dalam merepresentasikan relasi kuasa serta konstruksi gender tokoh-tokohnya. Hasil analisis frekuensi dan konteks menunjukkan bahwa artikula si lebih sering dilekatkan pada tokoh-tokoh berstatus sosial rendah, khususnya perempuan yang digambarkan dalam posisi subordinat. Sebaliknya, artikula sang cenderung digunakan untuk tokoh laki-laki atau individu dengan status sosial tinggi sebagai penanda penghormatan dan otoritas. Temuan ini mencerminkan dominasi sistem patriarki dalam narasi novel, di mana laki-laki menempati profesi bergengsi, sedangkan perempuan digambarkan tidak bekerja atau memiliki atribut status yang rendah. Namun demikian, penggunaan artikula sang pada tokoh Dewi Ayu—seorang pekerja seks—menunjukkan penyimpangan dari pola tersebut. Meskipun pekerjaan tersebut secara sosial dipandang rendah, tokoh ini tetap diberi artikula yang biasanya dilekatkan pada figur yang dihormati. Hal ini dapat ditafsirkan sebagai strategi naratif yang menantang norma sosial konvensional, mengingat Dewi Ayu digambarkan sebagai perempuan yang memiliki keberanian dan otonomi untuk melampaui batas-batas kuasa yang secara sosial dikenakan pada perempuan. Temuan ini memperkuat kajian-kajian sebelumnya mengenai dominasi laki-laki dalam novel tersebut sekaligus menunjukkan bahwa bahasa dalam teks sastra tidak hanya merefleksikan struktur sosial, tetapi juga dapat berfungsi sebagai alat perlawanan terhadap stereotip gender.   KATA KUNCI: Analisis wacana kritis; linguistik korpus, relasi kuasa, stereotip gender     REPRESENTING GENDER AND POWER THROUGH THE ARTICLES SI AND SANG IN “CANTIK ITU LUKA”     ABSTRACT: This study analyzes the dynamics of power and gender stereotypes in Eka Kurniawan’s novel “Cantik Itu Luka” using a corpus linguistics approach. The focus is on the use of the articles si and sang in representing power relations and gender constructions of the characters. Frequency and context analyses reveal that si is more frequently associated with characters of lower social status, particularly women depicted in subordinate positions. Conversely, sang is typically used for male characters or those with high social status, signaling respect and authority. These findings reflect the patriarchal system’s dominance within the novel’s narrative, where men occupy prestigious professions, while women are portrayed as unemployed or with low-status attributes. However, the use of sang for Dewi Ayu—a sex worker—deviates from this pattern. Despite her socially stigmatized occupation, she is assigned an article typically reserved for respected figures, which can be interpreted as a narrative strategy challenging conventional social norms. This suggests that Dewi Ayu embodies courage and autonomy, transcending socially imposed gender constraints. These findings reinforce previous studies on male dominance in the novel while demonstrating that language in literary texts not only reflects social structures but can also serve as a tool for resisting gender stereotypes.   KEYWORDS: Corpus linguistics; critical discourse analysis; gender stereotype; power relations Diterima: 12 Agustus 2025 Direvisi: 26 September 2025 Disetujui: 27 September 2025 Dipublikasi: 30 Oktober 2025 Pustaka: Kusumaningtyas, A., & Kurniawan, R. (2025). Representasi gender dan kekuasaan dalam "Cantik Itu Luka" melalui artikulasi si & sang. Jurnal Fon Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 21(2), 511-525.  Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.