Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EKSISTENSI BAHASA MELAYU DIALEK SORKAM DAN FAKTOR PENYEBAB KEMUNDURAN DAYA TAHAN HIDUP Tiopiolina; Firman Matias Simanjuntak; Geprita Gulo; Esrawati Satriana Simanullang; Emasta Evayanti Simanjuntak
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/v4qpmw33

Abstract

ABSTRAK: Bahasa adalah jati diri suatu bangsa. Kepunahan suatu bahasa menjadi titik awal hilangnya jati diri bangsa. Bahasa daerah merupakan bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di daerah tertentu dan menjadi ciri khas daerah tersebut. Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, salah satunya bahasa Melayu dialek Sorkam. Bahasa Melayu dialek Sorkam merupakan identitas bagi masyarakat Sorkam. Namun, berdasarkan data Badan Bahasa Kemdikbudristek, eksistensi bahasa Melayu dialek Sorkam semakin tergerus oleh zaman. Hal tersebut yang menjadi dasar penelitian ini. Adapun penelitian ini merupakan kajian ilmu antropolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi bahasa Melayu dialek Sorkam pada masa lalu dan masa kini serta faktor penyebab kemunduran daya tahan hidup bahasa Melayu dialek Sorkam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau mix methods. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket, melakukan wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Melayu dialek Sorkam tidak digunakan di seluruh wilayah Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Sorkam Barat, melainkan hanya di wilayah tertentu saja. Selanjutnya, bahasa Melayu dialek Sorkam hanya digunakan oleh 32,5% dari total sampel, sedangkan 67,5% lainnya menggunakan bahasa lain di luar bahasa Melayu dialek Sorkam. Adapun faktor penyebab kemunduran daya tahan hidup bahasa Melayu dialek Sorkam adalah faktor linguistik (interferensi bahasa) dan faktor nonlinguistik (geografi, sosial-budaya, agama, ekonomi, dan pendidikan).
Orang Tua: Kontributor Penting Bagi Efektivitas Pendidikan Inklusi (Sebuah Riset Pustaka) Thria Damayanti Manullang; Firman Matias Simanjuntak; Asna Juwaira; Novia Marissa Valerina Pardosi; Eginia Apulita Sembiring; Debi Yanti Nahampun; Anggia Puteri; Lili Tansliova
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/y6a9nh95

Abstract

Pendidikan inklusi di Indonesia telah diterapkan untuk memastikan hak pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti stigma sosial, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya keterlibatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam efektivitas pendidikan serta hambatan yang dihadapi dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan interpretatif, penelitian ini mengungkap bahwa orang tua memiliki peran krusial sebagai pendamping utama, advokat, serta fasilitator dalam perkembangan akademik dan sosial anak. Kurangnya kesadaran dan kesiapan orang tua sering kali menjadi faktor penghambat keberhasilan pendidikan inklusi. Oleh sebabnya, peningkatan pemahaman serta kerja sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan mendukung.