ABSTRAK: Fenomena das Unheimliche (keganjilan) menjadi pusat pengalaman estetik dan psikologis dalam novel Sumirat ing Mripat karya Irul S. Budianto. Dalam novel ini, hal-hal yang sebenarnya akrab (Heimlich) justru berubah menjadi asing dan menakutkan (Unheimlich). Dengan menggunakan pendekatan semiotika Pierce dan konsep das Unheimliche Freud, peneliti bertujuan untuk menjelaskan bagaimana relasi tanda (ikon, indeks, dan simbol), serta semiotika ruang dan unsur supranatural bekerja untuk membangun makna kegelisahan dalam konteks budaya Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan pembacaan semiotik secara heuristik dan hermeneutik. Data dan sumber data diperoleh dari Novel Sumirat ing Mripat karya Irul S. Budianto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa das Unheimliche dalam novel ini tidak hanya menggambarkan rasa takut, tetapi juga menjadi jalan menuju penyadaran batin tokoh utama. Tanda-tanda ganjil seperti rumah yang berubah menjadi wingit atau pengalaman penglihatan supranatural yang mendorong tokoh untuk melakukan perenungan dan menemukan ketenangan batin melalui doa serta sikap pasrah. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya bentuk khas “Unheimliche Jawa”, yaitu keganjilan yang tidak hanya menghadirkan perasaan horor atau ketidaknyamanan, tetapi juga menyingkap hubungan antara kesadaran manusia dengan nilai-nilai spiritual dalam budaya Jawa. KATA KUNCI: Das unheimliche; Keganjilan; Psikologi Jawa; Spiritualitas Jawa; Sumirat ing Mripat SEMIOTIC STUDY OF DAS UNHEIMLICHE IN THE NOVEL SUMIRAT ING MRIPAT BY IRUL S. BUDIANTO ABSTRACT: The phenomenon of das Unheimliche (uncanniness)is central to the aesthetic and psychological experience in Irul S. Budianto's novel Sumirat ing Mripat. In this novel, things that are actually familiar (Heimlich) become strange and frightening (Unheimlich). Using Pierce's semiotic approach and Freud's concept of dasUnheimliche, this study aims to explain howthe relationship between signs (icons, indices, and symbols), as well as the semiotics of space and supernatural elements, work to construct the meaning of anxiety in the Javanese cultural context.This studyuses a heuristic and hermeneutic semiotic reading approach.The data and data sources were obtained from the novel Sumirat ing Mripat by Irul S. Budianto. The results show that das Unheimliche in this novel not only describesfear, but also becomes a path to the main character's inner awareness.Odd signs such as a house that turns into wingit or supernatural visions encourage the character toreflect and find inner peace through prayer and surrender.The conclusion of this researchshows that there is a distinctive form of “Unheimliche Jawa”, namely strangenessthat not only presents feelings of horror or discomfort, but alsoreveals the relationship between human consciousness and spiritual values in Javanese culture. KEYWORDS: Das Unheimliche; Strangeness; Javannese Phsychology; Javanesse Sprituality; Sumirat ing Mripat