ABSTRAK: Kabupaten Bandung mempunyai sebuah citra yang merepresentasikan potensi alam dan budaya sebagai daya tarik wisata. Kehadiran logo city branding yang diharapkan dapat merepresentasikan citra tersebut ternyata kurang berdampak. Hal tersebut menjadi permasalahan yang dapat diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitiatif dengan analisis menggunakan semiotika Roland Barthes .Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur, wawancara dan kuesioner. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini melewati tiga tahap diantaranya adalah: reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan serta vertifikasi data. Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat makna yang terdapat pada logo city branding menggunakan kajian semiotika Barthes. Dalam logo Kabupaten Bandung ditemukan makna potensi wisata alam, dengan wisata budaya di representasikan dalam bentuk karakter wayang Arjuna. Pengetahuan tentang makna logo dapat meningkatkan komunikasi terkait potensi wisata di Kabupaten Bandung. Sebuah daerah yang terepresentasi dengan baik membuat sebuah ekosistem partisipasi masyarakat lokal yang dapat mempromosikan daerahnya sendiri. Diharapkan akan berdampak pada pertumbuhan pariwisata dan perekonomian sekitar. KATA KUNCI: Semiotika; Barthes,;city branding,;Kabupaten Bandung SEMIOTIC ANALYSIS OF THE BANDUNG REGENCY CITY BRANDING LOGO ABSTRACT: Bandung Regency has an image that represents its natural and cultural potential as a tourist attraction. The city branding logo, which was expected to describe this image, has proven to have little impact. This issue requires further investigation. This study employed a qualitative descriptive approach with analysis using Roland Barthes' semiotics. Data collection techniques included literature review, interviews, and questionnaires. Data analysis in this study involved three stages: data reduction, presentation and conclusion drawing, and data verification. The results of this study reveal the meaning embedded in the city branding logo using Barthes' semiotics. The Bandung Regency logo reveals the potential for natural tourism, with cultural tourism represented by the wayang character Arjuna. Understanding the logo's meaning can improve communication regarding Bandung Regency's tourism potential. A well-represented region creates an ecosystem of local community participation that can promote its own region. This is expected to impact tourism growth and the surrounding economy. KEYWORDS: Semiotics; Barthes; city branding; Bandung Regency