p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Farmapedia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DAN RASIONALITAS SWAMEDIKASI DI TIGA APOTEK KOTA KARAWANG Ariyanti Kusumadewi; Cory Imawati
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v2i2.14

Abstract

Swamedikasi merupakan sistem perawatan kesehatan yang bermanfaat jika dipraktekkan secara tepat. Di Jawa Barat masyarakat yang melakukan swamedikasi pada tahun 2021, 2022, dan 2023 yaitu 88,28%, 86,42%, dan 80,62%. Tingginya persentase masyarakat yang melakukan swamedikasi diperlukan bimbingan agar masyarakat dapat melakukan swamedikasi dengan tepat dan benar. Kesalahan penggunaan obat dalam swamedikasi masih terjadi, karena ketidaktepatan obat dan dosis obat. Pada pelaksanaannya, swamedikasi dapat menjadi sumber masalah terkait Drug Related Problem akibat terbatasnya pengetahuan mengenai obat dan penggunaannya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai seberapa besar pengaruh pengetahuan pasien terhadap keputusan mereka dalam memilih obat yang tepat serta sejauh mana pengobatan yang mereka pilih sesuai dengan pedoman medis yang rasional serta dapat digunakan untuk merancang program edukasi yang efektif bagi masyarakat dan meningkatkan peran apoteker dalam memberikan informasi yang jelas dan akurat demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Karawang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik non probability sampling. Pada apotek A didapatkan hasil tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 66%, pada apotek B dengan prosentase 45% dan pada apotek C sebanyak 41%. Sedangkan rasionalitas penggunaan obat, pada apotek A, B, dan C berturut-turut adalah 63.6%, 43%, dan 38%. Perbedaan hasil pengetahuan pasien antara apotek satu dan lainnya dalam tingkat pengetahuan pasien swamedikasi mungkin terjadi, tergantung pada pelatihan apoteker, kebijakan apotek dalam memberikan informasi kepada pasien, dan tingkat interaksi antara pasien dan apoteker. Rasionalitas swamedikasi dapat ditingkatkan dengan melakukan edukasi dari apoteker tentang pentingnya penggunaan obat yang benar.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI DEPO RAWAT JALAN PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE ATC/DDD DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN SUKABUMI Andi Ahriansyah; Rantry Ristiantie; Ariyanti Kusumadewi; Tyssa Mariyana; Zainal Fiqri Ramadhan
Jurnal Farmapedia (Pharmapedia Journal) Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Farmapedia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/jfp.v4i1.58

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan bawah yang masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba sehingga diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran peresepan antibiotik, dan evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat jalan di Rumah Sakit X Kabupaten Sukabumi menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif berdasarkan data sekunder berupa resep elektronik dan rekam medis pasien pneumonia rawat jalan periode Januari–Juli 2023. Sampel penelitian sebanyak 115 resep yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis penggunaan antibiotik dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode ATC/DDD dan dinyatakan dalam satuan DDD/1000 KPRJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien laki-laki merupakan kelompok terbanyak sebanyak 65 pasien (56,52%), sedangkan kelompok usia terbanyak adalah 46–55 tahun sebanyak 25 pasien (21,74%). Antibiotik yang digunakan meliputi levofloxacin sebanyak 78 resep (67,82%), azithromycin sebanyak 22 resep (19,13%), cefixime sebanyak 11 resep (9,57%), dan ciprofloxacin sebanyak 4 resep (3,48%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan bahwa levofloxacin memiliki nilai penggunaan tertinggi sebesar 350,0 DDD/1000 KPRJ. Dapat disimpulkan bahwa levofloxacin merupakan antibiotik yang paling dominan digunakan pada pasien pneumonia rawat jalan di Rumah Sakit X Kabupaten Sukabumi selama periode penelitian. Kata Kunci: pneumonia, antibiotik, ATC/DDD, evaluasi penggunaan antibiotik, rawat jalan