Indriayu Ramadani
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Problematika Lembaga Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Era Digital ​ Ana Susiana; Indriayu Ramadani; Abdul Hadi Al-Ghani; Herlini Puspika Sari
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.5151

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawaperubahan signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuklembaga pendidikan Islam yang memiliki peran pentingdalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematikayang dihadapi lembaga pendidikan Islam dalammeningkatkan mutu pendidikan di era digital. Penelitianmenggunakan pendekatan kualitatif dengan metode libraryresearch melalui kajian terhadap berbagai sumber literaturseperti buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan pendidikan Islam dan transformasi digital. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tantangan utamaserta strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkanmutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembagapendidikan Islam menghadapi beberapa tantangan utama, yaitu penyesuaian kurikulum dengan kebutuhanpembelajaran digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya kompetensi digital guru dan tenagakependidikan, serta masih lemahnya literasi digital pesertadidik. Kurikulum pada sebagian lembaga pendidikan Islam belum sepenuhnya mengintegrasikan literasi digital dengannilai-nilai keislaman, sementara fasilitas teknologi danakses internet masih belum merata. Selain itu, keterbatasankemampuan guru dalam memanfaatkan platformpembelajaran digital menyebabkan proses pembelajaranberbasis teknologi belum berjalan secara optimal. Pesertadidik juga menghadapi tantangan dalam memanfaatkanmedia digital secara bijak akibat kurangnya pemahamantentang literasi digital dan etika penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensifseperti reformasi kurikulum yang mengintegrasikan literasidigital dengan pendidikan karakter Islam, peningkataninfrastruktur teknologi, pelatihan berkelanjutan bagi guru, serta penguatan literasi digital peserta didik. Kerja samaantara lembaga pendidikan, pemerintah, dan sektorteknologi juga menjadi faktor penting dalam mendukungtransformasi digital pendidikan Islam. Dengan demikian, digitalisasi seharusnya dipandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan melahirkangenerasi yang unggul secara intelektual, adaptif terhadapteknologi, serta tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.