Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konkret pendidikan inklusif dalam meningkatkan indikator kualitas hidup anak berkebutuhan khusus (ABK), dengan fokus pada peningkatan kemandirian fungsional, adaptasi sosial, dan kesejahteraan psikologis. Meskipun landasan filosofis pendidikan inklusif di Indonesia kuat, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam memastikan dampak nyata terhadap kualitas hidup ABK setelah lulus. Penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur mengenai hubungan komprehensif antara layanan inklusif dan hasil kualitas hidup holistik, yang menghasilkan hipotesis bahwa pendidikan inklusif komprehensif memiliki peran positif yang signifikan. Studi ini menggunakan penelitian perpustakaan, dengan fokus pada pengumpulan dan analisis kritis data dari berbagai sumber literatur terverifikasi seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitis, dengan menafsirkan isi literatur berdasarkan relevansinya terhadap masalah penelitian untuk memberikan sintesis komprehensif tentang konsep dan praktik. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, adaptasi sosial, dan kesejahteraan psikologis anak-anak dengan kebutuhan khusus. Faktor kunci yang diidentifikasi adalah implementasi kurikulum adaptif dan diferensiasi. Penelitian ini menyoroti bahwa lingkungan belajar yang mendukung merupakan faktor penting untuk perkembangan holistik yang sukses. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya reformasi sistemik dalam pendidikan inklusif. Tantangan desain kurikulum harus diatasi dengan mengintegrasikan pembelajaran diferensiasi ke dalam sistem nasional. Selain itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pedagogi inklusif, memperkuat ikatan sosial di sekolah melalui program dukungan sesama, dan mereformasi sistem evaluasi untuk mencakup penilaian holistik (sosial, emosional, dan psikologis) di luar hasil akademik semata. Penelitian ini berfungsi sebagai panduan praktis bagi pemangku kepentingan untuk mewujudkan model inklusi yang transformatif dan berorientasi pada hasil.