Silfanny Anastasia Putri
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Literatur Fenomena LGBT dari Perspektif Keagamaan, Psikologis, dan Kesehatan Masyarakat Ashyfa Retno Anggraini; Zakia Rahma; Rahma Azizah Harahap; Muhammad Rehan; Nur Hasanah; Aulia May Dinda; Silfanny Anastasia Putri; Airyn Dwi Rezkiqa; Charissa Zahra; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena LGBT merupakan isu multidimensional yang melibatkan perspektif agama, psikologi, hak asasi manusia, kesehatan masyarakat, dan sosial. Penelitian bertujuan untuk menganalisis berbagai pandangan terhadap LGBT serta mengidentifikasi risiko kesehatan dan dampak sosial yang berkaitan dengannya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap sepuluh artikel ilmiah terbitan tahun 2016–2024 yang diperoleh melalui pencarian basis data ilmiah dan dianalisis secara deskriptif-sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum Islam praktik homoseksual dipandang bertentangan dengan maqashid syariah, namun tetap menekankan perlakuan manusiawi terhadap individu. Dalam perspektif psikologi terdapat perbedaan pandangan antara pendekatan internasional yang tidak mengategorikan homoseksualitas sebagai gangguan mental dan sebagian literatur yang masih melihatnya sebagai masalah psikoseksual. Dari sudut pandang hak asasi manusia, kedudukan LGBT dipengaruhi oleh sistem hukum dan nilai sosial suatu negara. Kajian kesehatan masyarakat menunjukkan adanya kerentanan lebih tinggi terhadap HIV/AIDS dan infeksi menular seksual yang berkaitan dengan perilaku seksual berisiko. Selain itu, fenomena ini menimbulkan dampak sosial berupa polarisasi opini, stigma, hambatan akses layanan kesehatan, serta perdebatan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa isu LGBT perlu dipahami secara komprehensif dengan mempertimbangkan data ilmiah serta konteks sosial, budaya, dan nilai agama di Indonesia.
Efektivitas Tanaman Herbal Kayu Manis, Kelabat, Pare, dan Kelor dalam Pengendalian Diabetes Mellitus Tipe 2: Literature Review Ashyfa Retno Anggraini; Shela Enjelina Saragih; Tresya A. Simalango; Silfanny Anastasia Putri; Charissa Zahra; Muhammad Rehan; Ida Duma Riris
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i3.1852

Abstract

A chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels due to insulin resistance or impaired insulin secretion is classified as type 2 diabetes mellitus. The prevalence of diabetes continues to rise each year and has become one of the major challenges in global health due to its potential to cause serious complications, such as cardiovascular disease, kidney failure, neuropathy, and vision impairment. In addition to pharmacological therapy, the use of herbal plants is increasingly being developed as a complementary therapy because they are considered safer, more readily available, and contain bioactive compounds with potential antidiabetic properties. This review article aims to assess the effectiveness of several herbal plants namely cinnamon (Cinnamomum cassia), fenugreek (Trigonella foenum-graecum), bitter melon (Momordica charantia), and moringa (Moringa oleifera) in aiding the management of type 2 diabetes mellitus based on various research findings. This study employs a literature review method by collecting and analyzing various national and international scientific publications related to the antidiabetic activity of these four plants. The review results indicate that all plants have potential as adjunct therapies for diabetes because they contain active compounds such as flavonoids, polyphenols, cinnamaldehyde, charantin, quercetin, trigonelline, and saponins, which can help reduce blood glucose levels, optimize cellular response to insulin, increase GLUT4 activity, and help minimize oxidative damage. Based on the study results, moringa and cinnamon plants demonstrated the most consistent effectiveness in contributing to blood sugar control in individuals with type 2 diabetes mellitus. Thus, these herbal plants have the potential to be used as complementary therapies in the management of type 2 diabetes mellitus; however, their use must still adhere to proper dosing and should not replace primary medical therapy.