Penelitian ini menelaah representasi makna religius dalam film Qodrat 2 karya Charles Gozali sebagai refleksi nilai-nilai spiritual dalam sinema kontemporer Indonesia. Permasalahan utama penelitian ini berfokus pada bagaimana elemen-elemen sinematik seperti cahaya, warna, simbol, dan dialog spiritual berfungsi untuk merepresentasikan nilai iman serta perjuangan moral manusia di tengah kehidupan modern yang rasional. Tujuan penelitian ini adalah meninjau berbagai literatur akademik terkait religiusitas dalam film Indonesia serta memahami pergeseran paradigma sinema religius dari dakwah normatif menuju ekspresi reflektif dan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan sumber data berasal dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Analisis dilakukan melalui teori semiotika Roland Barthes untuk menafsirkan makna konotatif dan mitos religius dalam tanda-tanda sinematik serta teori simbolisme budaya Clifford Geertz untuk memahami konstruksi makna religius dalam konteks sosial dan budaya Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qodrat 2 tidak hanya menampilkan pertarungan antara kekuatan baik dan jahat, tetapi juga mengandung refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan, di mana simbol-simbol visual seperti cahaya, warna, dan doa menjadi representasi perjuangan spiritual dan moralitas. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa film religius memiliki peran penting sebagai medium reflektif dan edukatif dalam menghubungkan nilai-nilai ketuhanan dengan realitas kehidupan masyarakat kontemporer Indonesia