This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
Syarjaya, H.E Syibli
Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : ALQALAM

PEMIKIRAN USHUL FIQH AL-SYAUKANI Syarjaya, H.E Syibli
Al Qalam Vol 24 No 3 (2007): September - December 2007
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.413 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v24i3.1663

Abstract

Dalam pemikiran ushuI fiqh klasik, para ulama umumnya membagi dua kelompok besar, yakni kelompok mutakallim dan ushuliyyin. Kelompok pertama adalah mereka yang menggunakan metode yang biasa dipakai oleh para teolog (mutakalim) dalam mendeduksi hukum. Mereka berpikir secara deduktif, yakni menggunakan al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber untuk menciptakan kaidah­kaidah ushuliyyah tanpa memperhatikan problema di tingkat realitas. Pendiri kelompok ini adalah Imam Syafi'i. Sedangkan kelompok yang kedua menggunakan metode berpikir secara parsial,yakni melakukan analisis masalah di tingkat realitas bukan berdasarkan teori-teori (kaidah-kaidah) yang ada. Pendiri kelompok ini adalah Abu Hanifah.Namun pada umumnya, banyak ulama ushul fiqh yang datang kemudian, menggabungkan kedua teori tersebut. Salah satu ulama yang berusaha untuk menggabungkan atau mengkompromikan keduanya adalah al-Syaukani, seorang ulama dari mazhab Syi'ah Zaidiyah. Menggabungkan dua pola pemikiran tersebut ternyata tidak mudah untuk mencari jalan keluarnya. Tulisan ini menggambarkan tentang usaha-usaha yang dilakukan oleh al-Syaukani untuk mengkompromikan dua corak pemikiran ushul fiqh.
PERKEMBANGAN PERWAKAFAN DALAM PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA Syarjaya, H.E Syibli
ALQALAM Vol 26 No 2 (2009): May - August 2009
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.786 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v26i2.1552

Abstract

Ulama have agreed that the Islamic legal for waqf, as a social regulation, is sunna. However, since waqf deals with the public interest, the government is obliged to manage it in the law and regulation. Fiqh al-waqf in the law and regulation always develop from one period to the following ones in accordance with the evelopment of he Indonesian people's thought. This article hies to explore the development of waqf in Indonesian laws since the Dutch colonial period until 2006.