Rini Elisia
Program Studi Peternakan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Padang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSENTASE KARKAS DAN ORGAN DALAM PUYUH YANG DIBERI RANSUM DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR DAN KUNYIT Risandi Sefri Aldo; Fadilla Meidita; Rini Elisia; Refika Komala; Maiyontoni Maiyontoni
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 1 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.1.61-70

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) dan kunyit (Curcuma domestica) diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan, antimikroba, dan penunjang metabolisme sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai feed additive alami untuk meningkatkan metabolisme nutrien dan performa puyuh (Coturnix coturnix japonica). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun kelor dan tepung kunyit dalam ransum terhadap persentase karkas dan organ dalam burung puyuh. Sebanyak 180 ekor puyuh berumur enam belas minggu digunakan dalam penelitian ini yang dilaksanakan menggunakan metode feeding trial. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (RALF) 2x3, di mana faktor pertama adalah level tepung daun kelor (0% dan 3%), dan faktor kedua adalah level tepung kunyit (0%, 0,5%, dan 1%), masing-masing dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati meliputi persentase karkas, hati, jantung, dan gizzard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tepung daun kelor 3% dan tepung kunyit 1% memberikan pengaruh signifikan (p<0,05) dalam meningkatkan persentase karkas dan organ dalam. Perlakuan tersebut menghasilkan persentase karkas tertinggi sebesar 79,77%, dengan persentase hati 5,97%, jantung 0,63% dan gizzard 4,83%, yang seluruhnya masih berada dalam kisaran fisiologis normal. Disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun kelor 3% dan tepung kunyit 1% dapat digunakan sebagai feed additive alami untuk meningkatkan persentase karkas puyuh, dengan tetap memperhatikan respon fisiologis organ dalam. ABSTRACT Moringa oleifera leaves and turmeric (Curcuma domestica) are known to contain various bioactive compounds that function as antioxidants, antimicrobials, and metabolic enhancers, thus potentially being used as natural feed additives to improve nutrient metabolism and performance of quail (Coturnix coturnix japonica). This study aimed to evaluate the effect of moringa leaf meal and turmeric meal supplementation in rations on the percentage of carcass and internal organs of quail. A total of 180 sixteen-week-old quail were used in this study, which was conducted using the feeding trial method. The study design used was a 2x3 factorial completely randomized design (CRBD), where the first factor was the level of moringa leaf meal (0% and 3%), and the second factor was the level of turmeric meal (0%, 0.5%, and 1%), each with three replications. The observed variables included carcass, liver, heart, and gizzard percentages. The results showed that the combination of 3% moringa leaf flour and 1% turmeric flour had a significant effect (p<0.05) in increasing the carcass and internal organ percentages. This treatment resulted in the highest carcass percentage of 79.77%, with liver percentages of 5.97%, heart 0.63%, and gizzard 4.83%, all of which were still within the normal physiological range. It was concluded that supplementation with 3% moringa leaf flour and 1% turmeric flour can be used as a natural feed additive to increase the carcass percentage of quail, while still considering the physiological response of internal organs.
EFEKTIVITAS KOMBINASI TEPUNG DAUN KELOR DAN TEPUNG KUNYIT DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS TELUR PUYUH Ranti Susanti; Rini Elisia; Fadilla Meidita; Refika Komala; Maiyontoni Maiyontoni
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 14 No 2 (2026): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2026.14.2.167-174

Abstract

Kualitas telur puyuh, khususnya bobot telur, indeks kuning telur, dan warna kuning telur, merupakan indikator penting dalam menentukan nilai gizi dan daya tarik produk bagi konsumen. Upaya peningkatan kualitas tersebut dapat dilakukan melalui pemanfaatan feed additive alami yang kaya akan nutrien dan senyawa bioaktif. Tepung daun kelor diketahui mengandung protein dan antioksidan, sedangkan tepung kunyit mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, serta sumber pigmen warna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun kelor dan tepung kunyit dalam ransum terhadap kualitas telur puyuh, meliputi bobot, indeks, dan warna kuning telur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) 2 × 3 dengan dua faktor, yaitu tepung daun kelor (0% dan 3%) serta tepung kunyit (0%, 0,5%, dan 1%). Setiap kombinasi perlakuan terdiri atas tiga ulangan dengan 10 ekor puyuh per ulangan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun kelor 3% meningkatkan warna kuning telur secara nyata (P<0,05), dengan skor warna kuning telur meningkat dari 4,11 pada perlakuan tanpa daun kelor menjadi 5,67 pada perlakuan dengan daun kelor 3%. Sebaliknya, penambahan tepung kunyit pada level 0,5% dan 1%, maupun interaksi antara tepung daun kelor dan tepung kunyit, tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot telur, indeks kuning telur, maupun warna kuning telur. Disimpulkan bahwa tepung daun kelor berpotensi digunakan sebagai feed additive alami untuk memperbaiki karakteristik visual telur puyuh tanpa menurunkan parameter kualitas lainnya. ABSTRACT The quality of quail eggs, particularly egg weight, yolk index, and yolk color, is a crucial indicator in determining nutritional value and consumer appeal. Efforts to improve this quality can be achieved through the use of natural feed additives rich in nutrients and bioactive compounds. Moringa leaf meal is known to contain protein and antioxidants, while turmeric meal contains curcumin, which functions as an antioxidant, anti-inflammatory, and a source of natural pigments. This study aimed to evaluate the effect of dietary supplementation of moringa leaf meal and turmeric meal on quail egg quality, including egg weight, yolk index, and yolk color. The study employed a 2 × 3 Factorial Completely Randomized Design (FCRD) with two factors: moringa leaf meal (0% and 3%) and turmeric meal (0%, 0.5%, and 1%). Each treatment combination consisted of three replicates with 10 quails per replicate. Data were analyzed using ANOVA followed by DMRT. The results showed that 3% moringa leaf meal significantly increased yolk color (P<0.05), with the yolk color score increasing from 4.11 in the treatment without moringa leaves to 5.67 in the 3% moringa leaf treatment. Conversely, the addition of turmeric meal at 0.5% and 1%, as well as the interaction between moringa leaf meal and turmeric meal, had no significant effect (P>0.05) on egg weight, yolk index, or yolk color. It is concluded that moringa leaf meal has the potential to be used as a natural feed additive to improve the visual characteristics of quail eggs without diminishing other quality parameters.