I Putu Ananda Indra Kusuma
Universitas Warmadewa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Waktu dan Biaya Proyek Pembangunan Gedung KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung Menggunakan Metode Earned Value (EVM) I Putu Ananda Indra Kusuma; Ida Ayu Cri Vinantya Laksmi; I Nengah Sinarta
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.15306

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi merupakan permasalahan yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap kinerja waktu, biaya, serta kualitas hasil pekerjaan. Proyek pembangunan Gedung KPU dan Bawaslu Kabupaten Badung merupakan salah satu contoh proyek yang mengalami keterlambatan akibat kekurangan tenaga kerja dan keterlambatan pengiriman material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja proyek dari aspek waktu dan biaya serta memperkirakan penyelesaian proyek menggunakan metode Earned Value Method (EVM). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa time schedule, RAB, dan laporan harian proyek. Analisis dilakukan menggunakan parameter BCWS, BCWP, dan ACWP serta indikator kinerja CV, SV, CPI, dan SPI untuk mengetahui deviasi kinerja proyek secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SPI < 1 sejak minggu ke-4 yang mengindikasikan keterlambatan proyek dibandingkan rencana awal, sedangkan nilai CPI > 1 menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih efisien dari anggaran yang direncanakan. Estimasi biaya akhir proyek sebesar Rp15.360.053.225,15 lebih rendah dibandingkan nilai kontrak awal, sedangkan estimasi waktu penyelesaian proyek menjadi 183 hari atau mengalami keterlambatan selama 33 hari dari jadwal. Kondisi ini menunjukkan bahwa proyek mampu mengendalikan biaya meskipun mengalami keterlambatan waktu. Kesimpulannya, metode EVM terbukti efektif dalam mengevaluasi kinerja proyek serta memprediksi kondisi akhir proyek secara kuantitatif. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah penambahan tenaga kerja, optimalisasi manajemen rantai pasok, serta peningkatan pengawasan proyek guna mempercepat progres pekerjaan dan meminimalkan risiko keterlambatan pada proyek konstruksi sejenis.