Ulil Absor
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Menjadi Lilin sebagai Upaya Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Desa Sidomukti Nuriya Yasmina Fajri; Ammar Abu Fadhel; Estiningsih; Tegar Baradika Putra Karunia; Nasywa Pandu Wicaksono; Dini Syarifah; Muhamad Naufal Zuhdan Nawa; Safira Mudrikah; Jelita Megatantri; Stania Rahmah; Ulil Absor; Muizzatur Rokhaniah; Septiyani Zakiyah; Rizal Zaky Maulana; Sofi Junia Fahma; Sunaryo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7072

Abstract

Permasalahan limbah minyak goreng bekas rumah tangga masih menjadi isu lingkungan yang cukup serius, terutama di wilayah pedesaan, termasuk Desa Sidomukti. Minyak goreng bekas yang dibuang secara sembarangan berpotensi mencemari tanah dan air serta menimbulkan gangguan lingkungan. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat(KPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah minyak goreng bekas melalui pemanfaatannya menjadi lilin sebagai produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif dan aplikatif yang dilaksanakan secara terstruktur melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah masyarakat Desa Sidomukti, khususnya ibu rumah tangga, yang dilibatkan secara aktif dalam proses penyuluhan dan praktik pembuatan lilin dari minyak goreng bekas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap dampak lingkungan limbah minyak goreng bekas serta peningkatan keterampilan peserta dalam memproduksi lilin secara mandiri. Produk lilin yang dihasilkan memiliki kualitas yang layak digunakan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai tambah ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan minyak goreng bekas menjadi lilin dapat menjadi alternatif solusi pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan dan mudah direplikasi di wilayah lain.
MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG INKLUSIF BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Nahdi Abdussani; Ulil Absor; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6660

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan strategis dalam merespons realitas keberagaman sosial, budaya, dan agama di Indonesia, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pendidikan inklusif. Namun demikian, praktik pendidikan inklusif di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti diskriminasi, rendahnya pemahaman pendidik terhadap keberagaman, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui penelaahan buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Proses kajian dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi masalah, penelusuran dan seleksi literatur, analisis isi, serta sintesis temuan dari 26 sumber utama yang terdiri atas artikel terindeks SINTA dan buku ber-ISBN. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang inklusif melalui integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, peningkatan kompetensi dan sensitivitas guru terhadap keberagaman peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang terbuka, adil, dan bebas dari diskriminasi. Kajian ini menegaskan bahwa pembangunan sekolah inklusif berbasis pendidikan multikultural memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya menekankan reformasi struktural, tetapi juga pembiasaan sikap toleransi, kerja sama lintas perbedaan, serta pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi sosial budaya peserta didik.