Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Keaktifan di Organisasi Kemahasiswaan Terhadap Soft Skills Dan Kesiapan Menjadi Calon Guru Bagi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Unsiq Wonosobo Ngabdur Rosyid; Nurul Mubin; Ahmad Robihan
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v2i3.1276

Abstract

This study aims to analyze the effect of activeness in student organizations on soft skills and readiness to become prospective teachers for Islamic Religious Education (PAI) students of Al-Qur’an Sains University (UNSIQ) Wonosobo. This study uses a quantitative method with an ex post facto research design. Data collection techniques were carried out through questionnaires distributed to 40 PAI UNSIQ students who were active in student organizations. Data were analyzed using simple linear regression techniques and t-tests. The results of the study showed that there was a positive and significant effect between activeness in student organizations on soft skills of PAI UNSIQ students (rxy1 = 0.593, p < 0.05). This finding also shows that there is a positive and significant effect between activeness in student organizations on readiness to become prospective teachers of PAI UNSIQ students (rxy2 = 0.593, p < 0.05). The conclusion of this study is that activeness in student organizations has a positive and significant effect on soft skills and readiness to become prospective teachers for PAI UNSIQ Wonosobo students. Activeness in organizations provides various benefits for students, such as improving communication skills, leadership, teamwork, and problem solving, which are important soft skills for prospective teachers to have in facing various challenges in the future.
KONSEP DASAR DAN PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN SOSIAL Anita; Nailul Khofifah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3241

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan Pendidikan yang bertujuan untuk menghargai dan mengakomodasi keragaman budaya dalam proses belajar mengajar. Artikel ini bertjuan untuk membahas konsep dasar Pendidikan multikultural dan perannya dalam mewujudkan kesetaraan sosial dimasyarakat yang majemuk. Pendidikan multikultural mengedepankan prinsip-prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan keadilan dengan mengakui perbedaan budaya sebagai bagian integral dari kehidupan sosial. dengan pendekatan ini, Pendidikan tidak hanya berperan dalam membangun pemahaman antar budaya,tetapi juga sebagai sarabna untuk memberantas diskriminasi,stereotip,dan keadilan sosoial.penelitian ini mengkaji berbagai teori yang mendasari Pendidikan multikultural dan bagaimana implementasinnya.
Peran Guru Dalam Menciptakan Lingkungan Belajar Yang Inklusif Pada Pendidikan Multikultural Farida Putri Afriyani; Luthfiana Ulfa Maulida; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3245

Abstract

Artikel ini mengulas peran guru dalam membentuk lingkungan belajar yang inklusif pada pendidikan multikultural, mengakui pentingnya pendidikan multikultural sebagai respons terhadap keberagaman budaya, etnis, dan agama yang kaya di negara ini. Dalam merinci pendekatan ini, guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai arsitek lingkungan yang menciptakan ruang inklusif. Peran guru dalam membentuk sikap dan pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya sangat penting dalam menghadapi perubahan sosial dan globalisasi. . Penelitian ini menganalisis strategi dan praktik terbaik yang dapat diterapkan oleh guru untuk mendukung pendidikan multikultural, serta tantangan yang mungkin dihadapi. Dengan demikian, artikel ini memberikan pandangan mendalam tentang peran guru sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif, membentuk generasi yang terbuka, toleran, dan menghargai keanekaragaman di masyarakat.
Pendekatan Inklusif dalam Mengatasi Konflik Budaya Masyarakat Multikultural M. Hafizh Abdulloh; Adam Khabiburrochman; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i2.3677

Abstract

Masyarakat multikultural menghadapi tantangan dalam mengelola keberagaman budaya yang sering kali menjadi sumber konflik. Artikel ini mengkaji pendekatan inklusif sebagai solusi strategis untuk mengatasi konflik budaya dalam masyarakat multikultural. Dengan menggunakan metode kualitatif yang melibatkan kajian literatur dan studi kasus, artikel ini mengidentifikasi strategi inklusif yang efektif, seperti dialog lintas budaya, pendidikan multikultural, dan kebijakan yang mendukung keberagaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan inklusif mampu meningkatkan pemahaman antarbudaya, mengurangi prasangka, dan menciptakan harmoni sosial.
Membangun Karakter Mulia Berdasarkan Ajaran Islam Latifah; Wafa Rahma Alia Frida; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.5480

Abstract

Akhlak merupakan salah satu aspek paling penting dalam ajaran agama Islam karena ia menjadi tolak ukur utama dari kualitas keimanan serta perilaku seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), akhlak tidak hanya dipahami sebagai bentuk perilaku baik semata, tetapi juga sebagai bagian integral dari keutuhan ajaran Islam yang meliputi aspek keimanan (aqidah), ibadah, dan muamalah. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai akhlak dalam perspektif Aswaja mampu membentuk karakter mulia bagi setiap individu muslim, terutama dalam konteks pendidikan dan kehidupan bermasyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik studi literatur terhadap karya-karya ulama Aswaja klasik maupun kontemporer, serta kajian empiris terhadap penerapan nilai-nilai tersebut di lingkungan pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip utama Aswaja seperti tawassuth (sikap tengah), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), dan ta‘ādul (keadilan) mampu membentuk pribadi yang berakhlak mulia, memiliki sikap moderat, toleran, dan adil dalam menghadapi perbedaan, serta mampu hidup secara harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, penguatan pendidikan akhlak berbasis Aswaja perlu terus ditingkatkan dalam sistem pendidikan Islam di berbagai jenjang.
Transformasi Pendidikan Islam Relevansi Filsafat Islam di Era Globalisasi dan Teknologi Syifaa Ainy Mumtaazah; Fatimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6304

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Transformasi ini menuntut adanya pembaruan paradigma yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat Islam sebagai landasan epistemologis dan etis dalam mengarahkan perubahan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat Islam melalui konsep tawhidic worldview, hikmah, maslahah, dan ijtihad mampu memberikan kerangka pemikiran yang holistik dalam memanfaatkan teknologi secara bermoral dan berorientasi kemaslahatan. Pemikiran tokoh klasik seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Arabi tetap menunjukkan relevansi dalam pembentukan model pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pengembangan spiritual dan akhlak. Hasil penelitian menegaskan bahwa filsafat Islam berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi Pendidikan Islam tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga tetap menjaga identitas dan tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan kamil yang beradab, beretika, dan berkontribusi positif bagi peradaban modern.  
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANALISIS PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLISH MADJID Yajid Hamdani; M. Zimamin Nasaki; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6313

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif Islam melalui analisis pemikiran Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid sebagai dua tokoh Muslim Indonesia yang berpengaruh dalam wacana pluralisme dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama, pidato, dan pemikiran kedua tokoh yang relevan dengan isu keberagaman dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur mengenai rahmatan lil ‘ālamīn, perlindungan kelompok minoritas, serta pentingnya kesetaraan sosial membentuk fondasi pendidikan Islam yang inklusif. Sementara itu, pemikiran Cak Nur menekankan pentingnya kebebasan beragama, pembaruan pemikiran keagamaan, dan sikap inklusif sebagai basis pembentukan karakter peserta didik dalam masyarakat majemuk. Kedua tokoh sepakat bahwa pendidikan Islam harus menjadi sarana menumbuhkan nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran mereka relevan untuk merumuskan model pendidikan multikultural yang mampu merespons tantangan keberagaman sosial di Indonesia.
Efektivitas Metode Storytelling sebagai Media Pendidikan Multikultural di Sekolah Dasar Ledyna Bilqis; Nurul Firma Apriliani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6342

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan empiris bahwa konflik kecil berbasis perbedaan budaya masih sering muncul dalam interaksi siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai keberagaman secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode storytelling sebagai media pendidikan multikultural di sekolah dasar melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian terbitan 2020–2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa storytelling mampu meningkatkan empati, toleransi, serta kesadaran budaya siswa karena cerita memungkinkan internalisasi nilai melalui contoh konkret dan pengalaman emosional. Selain itu, metode ini efektif digunakan pada anak usia sekolah dasar karena sesuai dengan tahap perkembangan kognitif dan imajinatif mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa storytelling merupakan pendekatan yang relevan dan mudah diterapkan untuk menguatkan pendidikan multikultural, dengan implikasi praktis pada pengembangan bahan ajar berbasis cerita dan pelatihan guru dalam teknik penyampaian cerita yang sensitif budaya.
Kesetaraan sebagai Pilar Pendidikan Multikultural: Studi Literatur tentang Perspektif Teoretis dan Praktik Pendidikan Humanistik Astri Aningrum; Muhammad Nur Mahsun Al Affa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis konsep kesetaraan (equality) sebagai pilar utama dalam pendidikan multikultural melalui pendekatan studi literatur. Kajian ini didasarkan pada analisis tujuh artikel ilmiah terbuka (open access) yang relevan dengan topik kesetaraan, pendidikan multikultural, dan humanisme. Pendidikan multikultural tidak sekadar menanamkan toleransi, tetapi juga menegakkan nilai keadilan sosial dan pengakuan terhadap keberagaman manusia sebagai dasar hubungan pendidikan yang setara. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa kesetaraan menjadi inti dari proses pendidikan humanistik yang berorientasi pada penghargaan terhadap martabat manusia, keadilan gender, inklusi sosial, dan penghapusan diskriminasi struktural di sekolah. Temuan menunjukkan bahwa praktik kesetaraan dalam pendidikan multikultural dapat diwujudkan melalui pembelajaran kolaboratif, kurikulum inklusif, serta penerapan kebijakan Gender, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) sebagaimana diuraikan dalam kurikulum Merdeka. Kajian ini menyimpulkan bahwa penerapan nilai kesetaraan dalam pendidikan multikultural merupakan prasyarat untuk membangun sistem pendidikan yang demokratis, adil, dan menghargai kemanusiaan.
Fungsi Budaya dalam Membangun Keharmonisan Masyarakat Multikultural Aysse Feby Andini; Wahyu Ika Ramadhani; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6348

Abstract

Masyarakat multikultural kerap menghadapi tantangan berupa potensi konflik, stereotip, dan ketegangan sosial yang muncul akibat perbedaan etnis, agama, maupun tradisi, sehingga diperlukan mekanisme sosial yang mampu menjaga keharmonisan bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi budaya sebagai instrumen penting dalam membangun kohesi sosial, mengurangi potensi konflik, dan memperkuat identitas kolektif dalam masyarakat multikultural. Menggunakan metode studi literatur yang menelaah sumber-sumber primer dan mutakhir, penelitian ini menemukan bahwa budaya berfungsi sebagai medium integrasi melalui nilai bersama, ritual komunal, bahasa simbolik, serta praktik sosial yang meneguhkan rasa memiliki antar-kelompok. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa pemeliharaan kebudayaan lokal, dialog antarkelompok, dan pendidikan multikultural menjadi faktor kunci dalam memperkuat kerukunan sosial. Penelitian menyimpulkan bahwa budaya tidak hanya menjadi sumber identitas, tetapi juga sarana rekonsiliasi dan stabilisasi sosial, meskipun implementasinya sering terkendala ketimpangan sosial, politisasi identitas, dan minimnya ruang interaksi lintas budaya. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya strategi penguatan budaya berbasis komunitas dan kebijakan publik yang mendorong ruang perjumpaan antar-kelompok untuk menjaga harmoni masyarakat multikultural secara berkelanjutan.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Robihan Aisma Faizah Alfi Ningamatuzzulfa Amirotul Khalimah Anggi Defi Saputri Anisa Putri Herdiana Anita Annisa Kamila Zahro Argya Gavrila Maulana Arida Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Astri Aningrum Ati’il Khusna Aysse Feby Andini Bagas Latif Dani Riana Denny Setiawan Diki Aditya Saputra Dini Tri Muslimah Falakh Khaerul Fadil Farid Muhlisun Farida Putri Afriyani Fathul Faizin Fatimah Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hidayat Zainur Rohim Ilsa Atkol Atkia Isnun Qurota Ayuni Khikmah Latifah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khurniyati Laila Nur Fitriana Latifah Latifah Sriwijaya Ledyna Bilqis Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Luthfiana Ulfa Maulida M. Hafizh Abdulloh M. Zimamin Nasaki Milkhotun Nafisah Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muslikhatul Hasanah Nafarin Zuhaeroh Nahdi Abdussani Nahdiah Nailul Khofifah Nani Fatchatul Chabibah Nasikhatul Kharimah Ngabdur Rosyid Nilna Fauziyah Nurmala Dewi Nurul Firma Apriliani Panca Wisnu Wardani Puput Anjarwati Rahmah Fadilatin Nisa Rifan Khasani Riska Nur Aulia Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sinta Amalia Siti Amsa Hulwana Siti Nurlaila Fitayatun Slamet Wahyu Asih Sulasno Sulasno Syifaa Ainy Mumtaazah Tatia Dwi Rahayu Ulil Absor Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wisely Permadi Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yoga Rahman