Rifqi Aulia Rahman
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Menentukan Arah Masa Depan Peran Pendidikan Tinggi Bagi Siswa Di  MA Riadlul Muta’allimin Desa Sedayu Dea Artika Sanri; Dewanty Sukma Dewi; Nurul Isnaini; M. Baharuddin Maulana Ishaq; Risqi Karunia Ramadhan; Rifqi Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7076

Abstract

Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk orientasi dan perencanaan masa depan peserta didik, khususnya siswa madrasah aliyah yang berada pada fase transisi menuju dunia dewasa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai peran pendidikan tinggi dalam menentukan arah masa depan di MA Riadlul Muta’allimin Desa Sedayu. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 60 siswa kelas XII sebagai peserta utama. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, serta pemaparan pengalaman mahasiswa sebagai representasi dunia perguruan tinggi. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman siswa setelah edukasi, ditandai dengan penurunan jumlah siswa pada kategori pemahaman rendah serta peningkatan pada kategori baik dan sangat baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi yang komunikatif dan kontekstual efektif dalam membangun kesadaran, motivasi, serta kesiapan siswa dalam merencanakan pendidikan lanjutan. Kegiatan KPM ini memberikan kontribusi positif dalam membentuk pola pikir siswa yang lebih visioner dan terarah terhadap pendidikan tinggi sebagai sarana pengembangan diri dan penentu arah masa depan. Dengan demikian, penguatan literasi pendidikan tinggi di lingkungan madrasah perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Edukasi Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak pada Siswa Kelas I,II,III,IV, V, dan VI SD Negeri Sedayu Andri; Muhammad Zaenaldi Musthofa; Nur Kholifah; Vivi Nurin Fatimah; Zulia Nela Aziza; Rifqi Aulia Rahman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7078

Abstract

  Perkembangan teknologi digital dan peningkatan penggunaan gadget di kalangan anak sekolah dasar membawa tantangan signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bahaya penggunaan gadget berlebihan dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap pengetahuan serta perilaku sosial-emosional siswa kelas I,II,III,IV, V, dan VI di SD Negeri Sedayu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Hari Rabu, 28 Januari 2026, dengan melibatkan 117 siswa, menggunakan metode edukasi berbasis media interaktif berupa PowerPoint dan video animasi, serta didampingi guru dan mahasiswa. Materi edukasi mencakup dampak negatif penggunaan gadget berlebihan, termasuk ketergantungan, gangguan interaksi sosial, penurunan kontrol emosi, serta strategi untuk mengurangi kecanduan gadget melalui pengaturan waktu, bermain bersama teman, dan interaksi dengan keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan. Mayoritas siswa (67%) masuk kategori “Sangat Baik” dalam post-test, sementara kategori “Rendah” menurun secara drastis. Monitoring perilaku siswa selama dan setelah kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif, seperti peningkatan kemampuan mengendalikan penggunaan gadget dan interaksi sosial yang lebih baik. Edukasi dengan media interaktif terbukti efektif dalam menyampaikan materi secara menarik, mudah dipahami, dan membentuk sikap positif terhadap penggunaan gadget. Kegiatan ini juga berperan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko gangguan perkembangan sosial-emosional dan dampak negatif gadget pada fungsi otak, khususnya pre-frontal cortex, yang berhubungan dengan kontrol diri, pengambilan keputusan, dan nilai-nilai moral. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan sosial-emosional siswa, sekaligus mendorong pengelolaan penggunaan gadget secara bijak. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi berbasis media interaktif merupakan strategi efektif untuk mendukung perkembangan sosial-emosional anak di era digital.