Hartalina Oktavia Simanjuntak
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari KTSP hingga Kurikulum Merdeka Uli Arta Agape Sihombing; Arga Cristin Sinaga; Juli Wulan Dari Br Keliat; Hartalina Oktavia Simanjuntak; Valentina Rose Sidabutar; David Gomgomtua Simamora; Yustinus Gulo; Herlina Jasa Putri Harahap
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1144

Abstract

Perkembangan kurikulum dalam pendidikan di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan sejak diluncurkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006. Ini diikuti oleh Kurikulum K13 pada tahun 2013, dan yang terbaru adalah Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pada tahun 2022. Setiap versi kurikulum ini memiliki pendekatan pedagogis yang berbeda, mulai dari peningkatan otonomi institusi pendidikan dan pengembangan karakter dengan pendekatan berbasis ilmiah, hingga metode pengajaran yang lebih fleksibel yang sesuai dengan profil siswa Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif mengenai perkembangan ketiga kurikulum tersebut dalam aspek struktur, kompetensi, penilaian, dan fleksibilitas guna menemukan perubahan mendasar dan tantangan dalam implementasinya di setiap tahap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif serta deskriptif-analitis. Untuk mencapai tujuan tersebut, analisis dilakukan terhadap dokumen resmi dan sumber akademis yang berkaitan dengan pendidikan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa meskipun KTSP memperkuat otonomi daerah, hal ini juga menimbulkan disparitas dalam standar pendidikan antar lembaga. Kurikulum K13 menghadapi hambatan dalam penerapannya, terutama yang berkaitan dengan kompleksitas penilaian kinerja serta beban administratif yang berat bagi guru. Walaupun kurikulum independen memberikan lebih banyak fleksibilitas, pelaksanaannya masih terhalang oleh kurangnya infrastruktur dan kapasitas guru yang memadai di berbagai wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memastikan kelanjutan reformasi kurikulum, penguatan kapasitas guru perlu dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, yang merupakan syarat penting untuk suksesnya implementasi.