Muhammad Taufik Rahman
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Values And Practices Of Business Ethics In Islamic Hospital Services Muhammad Taufik Rahman; Surya Sukti
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 8 No. 2 (2026): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v8i2.9039

Abstract

Hospitals are increasingly required to balance high-quality healthcare delivery with financial sustainability, a condition that often generates ethical dilemmas related to pricing, cost transparency, supplier selection, and service efficiency. These challenges are particularly salient for Islamic hospitals, where healthcare services are expected to reflect Islamic values in practice rather than merely adopting a Sharia label. This study aims to analyze how Islamic business ethics function as a foundational framework guiding managerial and service-related decisions in Islamic hospital settings. This research employs a qualitative conceptual approach based on a synthesis of recent empirical studies and a review of Sharia hospital regulatory frameworks in Indonesia. The analysis focuses on integrating Islamic business ethics across three dimensions: service ethics, organizational ethics, and transactional ethics. The findings indicate that consistent implementation of values such as amanah (trustworthiness), justice, compassion, and service excellence guided by maqāṣid al-sharīʿah enhances public trust, improves patient experience, and supports long-term hospital sustainability through reputation and service differentiation. However, practical constraints remain, including limited availability of halal medicines, resource demands for gender-sensitive services, and inconsistent SOP implementation. The study concludes that Islamic business ethics serve as a strategic mechanism for ethical sustainability. Practically, the findings highlight the need for maqāṣid-based SOPs, Sharia compliance audits, strengthened halal supply chains, and continuous ethics training to institutionalize Sharia values in daily hospital operations.
Transformasi Syirkah dalam Securities Crowdfunding Syariah: Analisis Fiqh Muamalah atas Keadilan Nisbah Keuntungan Siswandi; Tri Hidayati; Muhammad Taufik Rahman
Jurnal Investasi Islam Vol. 11 No. 2 (2026): Jurnal Investasi Islam (JII)
Publisher : FEBI IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/jii.v11i2.14918

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi akad syirkah dalam securities crowdfunding syariah serta mengevaluasi keadilan nisbah keuntungan pada platform Shafiq berdasarkan perspektif fiqh muamalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh dari prospektus Sukuk Musyarakah PT Nusantara Agung Solusi dan PT Kresna Karya Teknologi pada platform Shafiq, Fatwa DSN-MUI, regulasi Otoritas Jasa Keuangan, serta berbagai literatur fiqh muamalah dan Islamic fintech yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahapan deskripsi, interpretasi, dan evaluasi dengan menggunakan kerangka al-ghunm bil-ghurm, keadilan syirkah, Fatwa DSN-MUI Nomor 114/DSN-MUI/IX/2017, dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa securities crowdfunding syariah merepresentasikan transformasi syirkah ke dalam ekosistem keuangan digital melalui kombinasi akad wakalah dan musyarakah. Struktur nisbah keuntungan yang ditemukan, yaitu investor menyumbang sebagian besar modal tetapi memperoleh porsi keuntungan yang lebih kecil dibandingkan penerbit, secara formal sesuai dengan ketentuan fiqh muamalah dan pandangan mayoritas mazhab yang membolehkan pembagian keuntungan tidak proporsional terhadap modal berdasarkan kesepakatan dan kontribusi usaha. Namun, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keadilan dalam syirkah digital tidak dapat dinilai hanya dari legalitas akad, melainkan perlu mempertimbangkan hubungan antara modal, risiko, akses informasi, dan posisi tawar para pihak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi syirkah dalam Islamic fintech menuntut evaluasi keadilan substantif selain kepatuhan syariah formal. Oleh karena itu, penguatan transparansi informasi, perlindungan investor, dan tata kelola securities crowdfunding syariah perlu menjadi perhatian regulator dan penyelenggara platform. Penelitian selanjutnya disarankan melakukan studi komparatif lintas platform atau lintas negara untuk memperluas pemahaman mengenai implementasi keadilan dalam keuangan digital syariah.
Analisis Literasi Keuangan Syariah dan Dampak Inflasi Terhadap Daya Beli Mahasiswa Baru Ekonomi Syariah UIN Palangka Raya Siswandi; Tri Hidayati; Muhammad Taufik Rahman
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.29515

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis literasi keuangan syariah dan dampak inflasi terhadap daya beli mahasiswa baru Program Studi Ekonomi Syariah UIN Palangka Raya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggali pemahaman, pengalaman, dan adaptasi strategi mahasiswa dalam mengelola keuangan di tengah kenaikan harga kebutuhan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman konsep yang cukup baik mengenai literasi keuangan syariah, khususnya prinsip moderasi konsumsi, pengelolaan harta, dan penghindaran israf dan tabdzir. Namun penerapannya masih bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten dalam praktik harian. Inflasi terbukti menekan kemampuan pelajar memenuhi kebutuhan pokok, sehingga memaksa mereka menyesuaikan pola konsumsi melalui pengurangan belanja non-esensial, substitusi barang, dan penentuan prioritas kebutuhan. Daya beli mahasiswa secara umum mengalami penurunan, namun mahasiswa dengan literasi keuangan syariah yang lebih baik menunjukkan ketahanan finansial yang lebih stabil. Temuan ini menegaskan bahwa literasi keuangan syariah berperan penting dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan inflasi