Muhammad Royhan Assaiq
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aktualisasi Maqāṣid al-Syarī’ah dalam Peran Ganda Istri di Dusun Ngrancang, Yogyakarta Muhammad Royhan Assaiq; Ricy Fatkhurrokhman; Hanin Yumna
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 6 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v6i2.1111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong istri menjalankan peran ganda dalam membantu pemenuhan nafkah keluarga di Dusun Ngrancang serta menganalisis keputusan mereka dalam bingkai maqāṣid al-syarī’ah. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan metode studi lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan narasumber yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima istri pekerja, dua suami, satu kepala dusun dan satu pengusaha lokal yang kemudian diolah secara deskriptif-analitik-eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan utama para istri untuk terlibat dalam pekerjaan publik berasal dari ketidakstabilan ekonomi rumah tangga, tingginya kebutuhan hidup, fleksibilitas pekerjaan informal serta adanya dukungan dari suami. Meskipun mereka menjalani beban ganda, para istri tetap menjaga peran domestiknya dengan strategi manajemen waktu dan kerja sama dalam keluarga. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī’ah, keterlibatan mereka dipahami sebagai bentuk perlindungan terhadap jiwa (ḥifẓ al-nafs), harta (ḥifẓ al-māl) dan keturunan (ḥifẓ al-nasl) serta sebagai wujud tanggung jawab moral terhadap kemaslahatan keluarga. Hasil temuan penelitian ini memiliki kontribusi ilmiah yang terletak pada penggabungan antara analisis sosial dan pendekatan normatif Islam yang kontekstual, menunjukkan bahwa praktik peran ganda tidak selalu bertentangan dengan norma agama melainkan justru dapat dimaknai sebagai bentuk aktualisasi maqāṣid dalam kehidupan keluarga modern, khususnya di wilayah pedesaan.
Covering Shame, Sacrificing Rights: A Maqāṣid al-Shari’ah Perspective on Child Protection in Incestuous Marriage Practices Ricy Fatkhurrokhman; Muhammad Royhan Assaiq; Tri Wastuti
International Journal of Social Science and Religion (IJSSR) 2025: Volume 6 Issue 3
Publisher : Indonesian Academy of Social and Religious Research (IASRR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53639/ijssr.v6i3.380

Abstract

This study examines the practice of marriage after incest to cover up family shame in Sendang 1, Gunungkidul, through the perspective of maqāṣid alsyarī‘ah and child protection. This study aims to highlight how these practices, which are intended to maintain family dignity, violate the main principles of maqāṣid al-syarī‘ah, particularly ḥifẓ al-nafs (protection of life), ḥifẓ alnasl (protection of offspring), and ḥifẓ al-’ird (protection of honour). Using a qualitative approach with descriptive-analytical methods, this study analyses the case of a 16-year-old girl who was forced to marry after becoming pregnant by her brother, highlighting the detrimental impact on her psychological and physical well-being. The results of the study show that such practices not only contradict Islamic teachings but also violate national and international child protection laws, including the principle of the best interests of the child. This study presents a new conceptual framework that integrates maqāṣid al-sharī’ah with child protection laws, advocating for reforms in Islamic family law to prioritise the protection and rights of children.
Aktualisasi Maq??id al-Syar?’ah dalam Peran Ganda Istri di Dusun Ngrancang, Yogyakarta Muhammad Royhan Assaiq; Ricy Fatkhurrokhman; Hanin Yumna
The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law Vol 6 No 2 (2025): Oktober
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jaksya.v6i2.1111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong istri menjalankan peran ganda dalam membantu pemenuhan nafkah keluarga di Dusun Ngrancang serta menganalisis keputusan mereka dalam bingkai maq??id al-syar?’ah. Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan metode studi lapangan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sembilan narasumber yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima istri pekerja, dua suami, satu kepala dusun dan satu pengusaha lokal yang kemudian diolah secara deskriptif-analitik-eksplanatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dorongan utama para istri untuk terlibat dalam pekerjaan publik berasal dari ketidakstabilan ekonomi rumah tangga, tingginya kebutuhan hidup, fleksibilitas pekerjaan informal serta adanya dukungan dari suami. Meskipun mereka menjalani beban ganda, para istri tetap menjaga peran domestiknya dengan strategi manajemen waktu dan kerja sama dalam keluarga. Dalam perspektif maq??id al-syar?’ah, keterlibatan mereka dipahami sebagai bentuk perlindungan terhadap jiwa (?if? al-nafs), harta (?if? al-m?l) dan keturunan (?if? al-nasl) serta sebagai wujud tanggung jawab moral terhadap kemaslahatan keluarga. Hasil temuan penelitian ini memiliki kontribusi ilmiah yang terletak pada penggabungan antara analisis sosial dan pendekatan normatif Islam yang kontekstual, menunjukkan bahwa praktik peran ganda tidak selalu bertentangan dengan norma agama melainkan justru dapat dimaknai sebagai bentuk aktualisasi maq??id dalam kehidupan keluarga modern, khususnya di wilayah pedesaan.