Frans H. M. Silalahi
Sekolah Tinggi Teologi International Harvest, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Merangkul Generasi Z di Era PostModern: Strategi Gereja dan Implikasinya bagi Pendidikan Kristen Anton Kurniawan Sidharta; Frans H. M. Silalahi
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.323

Abstract

Tulisan ini mengkaji strategi gereja di Indonesia untuk merangkul Generasi Z pada era postmodern yang ditandai relativisme kebenaran dan meningkatnya tantangan kesehatan mental serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif atas referensi terkini. Kajian memfokuskan  pada: (1) konteks postmodern; (2) karakteristik, kebutuhan spiritual, dan kesehatan mental Generasi Z; dan (3) rancangan eklesiologis yang relevan serta implikasinya bagi desain gereja dan PAK. Hasil integrasi ini menunjukan perlunya  perlunya pergeseran paradigma dari event-based menuju community-based church yang berakar pada Missio Dei-setia pada Injil sekaligus kontekstual bagi bahasa dan budaya Gen Z. Temuan kunci menekankan komunitas yang hangat dan autentik, mentoring yang intensional, ruang aman untuk berdialog tentang isu identitas, gender, relativisme, dan kesehatan mental, serta keterlibatan dalam pelayanan lintas generasi sejak dini. Kesimpulan menunjukan bahwa model smart church, literasi kebenaran, dan apologetika kontekstual yang terintegrasi pada ekologi gereja dan sekolah memperkuat pemuridan berkelanjutan bagi generasi Z.
Model Kepemimpinan Pelayan di Era Postmodern sebagai Dasar Pengembangan Pendidikan Kristen: Tinjauan Teologi Praktika atas Markus 10:42–45 dan Yohanes 13:1–17 Boaz Adi Prakoso; Frans H. M. Silalahi
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.328

Abstract

Era postmodern menuntut paradigma kepemimpinan yang adaptif, transformatif, dan berfokus pada pelayanan. Artikel ini mengkaji Model Kepemimpinan Pelayan sebagai dasar pengembangan pendidikan Kristen, dengan tinjauan teologi praktika berbasis Markus 10:42–45 dan Yohanes 13:1–17. Pendekatan ini menekankan prinsip kepemimpinan yang melayani, mengutamakan kerendahan hati, empati, dan komitmen terhadap kesejahteraan komunitas. Kajian teologis mengidentifikasi bahwa teladan Yesus dalam melayani menjadi landasan normatif bagi praktik kepemimpinan Kristen, yang selanjutnya dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan untuk membentuk karakter, etika, dan kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Artikel ini menyoroti bagaimana kepemimpinan pelayan dapat mendorong pendidikan Kristen yang holistik, partisipatif, dan kontekstual, sekaligus relevan dengan tantangan budaya postmodern, seperti individualisme, pluralitas nilai, dan disrupsi informasi. Temuan menunjukkan bahwa penerapan model ini tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran dan interaksi akademik, tetapi juga membentuk generasi pendidik dan pemimpin Kristen yang berorientasi pada pelayanan, integritas, dan transformasi sosial. Dengan demikian, model kepemimpinan pelayan menjadi paradigma strategis untuk pendidikan Kristen yang responsif, transformatif, dan berakar pada prinsip teologis yang kuat.