Rosalia Enny Astuti
Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri, Pontianak, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pneumatologi Misioner dalam Magisterium: Kehadiran Universal Roh Kudus dalam Vatikan II, Redemptoris Missio, dan Ecclesia in Asia Rosalia Enny Astuti; Felisitas Yuswanto
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.389

Abstract

Artikel ini membahas pneumatologi misioner dalam Magisterium Gereja Katolik serta implikasinya bagi misi Gereja di tengah konteks dunia yang plural dan era pasca-kebenaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menganalisis dokumen-dokumen Magisterium Gereja seperti Ad Gentes, Redemptoris Missio, dan Ecclesia in Asia, serta berbagai karya teologi kontemporer mengenai pneumatologi dan teologi misi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roh Kudus dipahami sebagai pelaku utama misi Gereja yang bekerja tidak hanya dalam kehidupan internal Gereja tetapi juga dalam sejarah, kebudayaan, dan tradisi religius umat manusia. Konsep semina verbi membantu Gereja mengenali kehadiran benih-benih kebenaran dalam agama-agama lain serta mendorong pendekatan misi yang dialogis dan inkulturatif. Dalam konteks Asia yang plural, pneumatologi misioner memberikan dasar teologis bagi pendekatan misi yang kontekstual melalui dialog antaragama dan penghargaan terhadap budaya lokal. Selain itu, di tengah fenomena pasca-kebenaran, pneumatologi misioner menuntun Gereja untuk mengembangkan penegasan rohani agar mampu membedakan karya Roh Kudus dari berbagai bentuk manipulasi religius dalam ruang digital.
COMMUNIO TRINITARIS: TINJAUAN DOGMATIK KATOLIK TERHADAP PRAKSIS PERIKHORESIS SOSIAL DI INDONESIA Rosalia Enny Astuti; Felisitas Yuswanto; Anthony Kurniawan Wyatno; Yanto Sandy Tjang; Elisa Bomba
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/pnzyh369

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji doktrin Trinitas sebagai paradigma relasional dalam menjawab krisis intoleransi di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengintegrasikan analisis historis-dogmatis, linguistik-teologis, dan kontekstual-sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trinitas tidak hanya merupakan formulasi iman yang bersifat metafisis, tetapi juga mengandung dimensi relasional yang kuat melalui konsep communio dan perichoresis. Pendekatan klasik yang menekankan substansi dinilai penting untuk menjaga ortodoksi, namun kurang memadai dalam menjawab konteks sosial, sementara pendekatan relasional menawarkan relevansi yang lebih kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini mengembangkan konsep Perikhoresis Sosial sebagai kebaruan, yaitu model relasi yang berakar pada dinamika Trinitas dan dirumuskan melalui prinsip kesetaraan, keterbukaan, dan kooperasi. Dalam konteks Indonesia, intoleransi dipahami sebagai manifestasi krisis relasional yang memerlukan transformasi paradigma relasi, bukan sekadar pendekatan legal-formal. Selain itu, keluarga sebagai Ecclesia Domestica dipandang sebagai basis praksis dalam menginternalisasi nilai-nilai relasional tersebut. Dengan demikian, Trinitas memiliki daya transformatif sebagai paradigma relasi yang mampu membangun kehidupan sosial yang inklusif, dialogis, dan berkelanjutan dalam masyarakat plural.
KECERDASAN BUATAN DAN KEBIJAKSANAAN HATI: MENJAGA MARTABAT MANUSIA DI TENGAH RISIKO TEKNOLOGI DIGITAL Rosalia Enny Astuti; Herkulana Mekarryani Soeryamassoeka
EIRENE (JURNAL ILMIAH TEOLOGI) Vol 11 No 1 (2026): Eirene Jurnal Ilmiah Teologi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Kristen Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56942/24d1jc75

Abstract

Tulisan ini menganalisis tantangan etis dan eksistensial yang muncul dari akselerasi Kecerdasan Buatan (AI) melalui perspektif filsafat ilmu dan teologi Katolik. Fokus utama penelitian ini adalah risiko reduksionisme digital yang berpotensi mereduksi martabat manusia sebagai Imago Dei. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur integratif terhadap dokumen Antiqua et Nova (2025) dan Christus Vivit (2019), serta pemikiran Hubert Dreyfus dan Nick Bostrom. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan ontologis yang mendasar antara kecerdasan manusia dan AI. Kritik Dreyfus menegaskan keterbatasan AI dalam mereplikasi intuisi berbasis perwujudan tubuh (embodiment) serta ketidakmampuannya menyelesaikan frame problem. Di sisi lain, Bostrom menyoroti risiko superintelligence yang muncul dari persoalan penyelarasan nilai (alignment problem). Secara aksiologis, perbedaan ini tercermin dalam distingsi antara mêtis sebagai kecerdasan fungsional AI dan noûs sebagai intelek kontemplatif manusia. Penelitian ini menawarkan konsep Techno-Humanitarian Balance sebagai kerangka normatif untuk menempatkan AI secara proporsional di bawah otoritas moral manusia. Kerangka ini penting untuk mencegah degradasi identitas manusia menjadi entitas algoritmik serta memastikan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai sarana yang melayani kemanusiaan.