Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Spatial Analysis of Residential and Vacant Land using Mean Shift Clustering in Lhokseumawe City Hafiz Al Kautsar Aidilof; Munirul Ula; Rinaldi Mirsa; Lidya Rosnita; Marhaban Almaula; Muji Budiman
Brilliance: Research of Artificial Intelligence Vol. 6 No. 1 (2026): Brilliance: Research of Artificial Intelligence, Article Research May 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/brilliance.v6i1.7279

Abstract

Uncontrolled urban growth in medium-sized Indonesian cities like Lhokseumawe has created spatial disparities through uneven settlement distribution and numerous underutilized vacant lands, demanding adaptive and data-driven planning approaches. This study aims to analyze spatial patterns of settlement and vacant land distribution in Lhokseumawe City by implementing the Mean Shift Clustering algorithm and to develop spatial planning recommendations supporting sustainable development. The research employs a quantitative approach using spatial data from OpenStreetMap (OSM), Sentinel-2 satellite imagery (for NDVI calculation), and Detailed Spatial Planning (RDTR) data. The non-parametric, density-based Mean Shift Clustering algorithm was applied to adaptively group areas without predetermined cluster numbers, analyzing both city-wide and Blang Mangat District levels. Results show Mean Shift successfully identified 62 spatial clusters across Lhokseumawe City and 28 clusters (OSM-based) plus 37 clusters (RDTR-based) in Blang Mangat District. Analysis revealed linear-transitional urban development patterns from the west (dense urban core) to northeast (transition areas and vacant land), identifying zones of dense settlements, transition zones potential for infill development, and vacant land suitable for green spaces or planned development. Findings also revealed discrepancies between factual spatial patterns from clustering and RDTR zoning plans. The study concludes that Mean Shift Clustering effectively reveals natural spatial structures of settlements and vacant land, providing credible data for spatial policy revision with main recommendations focusing on vertical development, transportation system development along main corridors, and conservation area designation in eastern and northern zones to support Lhokseumawe's sustainable urban planning.
Transformasi Fisik Penambahan Bangunan Permukiman di Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara Rehan Malika; Rinaldi Mirsa; Hendra Hendra
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.451

Abstract

Permukiman merupakan kawasan hunian yang terus berkembang akibat pertumbuhan penduduk dan kebutuhan ruang. Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, mengalami transformasi fisik yang ditandai dengan penambahan bangunan dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi fisik penambahan bangunan permukiman di Gampong Tambon Baroh selama periode 1982–2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan analisis peta yang dibagi ke dalam enam periode perkembangan. Analisis dilakukan untuk mengetahui pola pertumbuhan bangunan dan faktor-faktor yang memengaruhi transformasi permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bangunan terjadi secara bertahap dan terus meningkat pada setiap periode. Perkembangan permukiman awalnya terkonsentrasi di sepanjang jalan utama, kemudian meluas mengikuti jaringan jalan lingkungan. Pertumbuhan penduduk, kebutuhan ruang hunian, dan aktivitas ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong transformasi fisik. Dampak yang ditimbulkan meliputi meningkatnya kepadatan bangunan, berkurangnya ruang terbuka, dan perubahan karakter fisik kawasan permukiman.
Transformasi Fisik Penambahan Bangunan Permukiman di Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara Rehan Malika; Rinaldi Mirsa; Hendra Hendra
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.451

Abstract

Permukiman merupakan kawasan hunian yang terus berkembang akibat pertumbuhan penduduk dan kebutuhan ruang. Gampong Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, mengalami transformasi fisik yang ditandai dengan penambahan bangunan dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi fisik penambahan bangunan permukiman di Gampong Tambon Baroh selama periode 1982–2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan spasial. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan analisis peta yang dibagi ke dalam enam periode perkembangan. Analisis dilakukan untuk mengetahui pola pertumbuhan bangunan dan faktor-faktor yang memengaruhi transformasi permukiman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bangunan terjadi secara bertahap dan terus meningkat pada setiap periode. Perkembangan permukiman awalnya terkonsentrasi di sepanjang jalan utama, kemudian meluas mengikuti jaringan jalan lingkungan. Pertumbuhan penduduk, kebutuhan ruang hunian, dan aktivitas ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong transformasi fisik. Dampak yang ditimbulkan meliputi meningkatnya kepadatan bangunan, berkurangnya ruang terbuka, dan perubahan karakter fisik kawasan permukiman.
Identifikasi Elemen Street Furniture dan Kenyamanannya terhadap Pejalan Kaki di Kesawan Kota Medan: Studi Kasus Jl. Jendral Ahmad Yani Ziana Zain; Rinaldi Mirsa; Fidyati Fidyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.645

Abstract

Kesawan merupakan kawasan heritage dan pusat Kota Medan, menjadikannya sangat padat oleh masyarakat dengan segala kegiatan. Maka, sangat dibutuhkan street furniture yang memadai untuk dapat menjangkau semua tempat kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, namun kondisi street furniture saat ini belum lengkap dan tidak teratur, sehingga menimbulkan kendala pada kenyamanan pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi street furniture terhadap kenyamanan pejalan kaki di Jalan Jendral Ahmad Yani berdasarkan teori Rubenstain (1992). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara kepada 25 pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan elemen street furniture belum sepenuhnya terakomodasi sesuai dengan standar teori Rubenstain (1992) dan ketersedian elemen street furniture belum merata. Kondisi street furniture secara umum menunjukkan tingkat yang cukup memadai namun memiliki tingkat pemeliharaan yang beragam. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa elemen street furniture yang paling memberikan kenyamanan terhadap pejalan kaki yaitu paving yang menentukan kenyamanan sirkulasi dan bangku memberikan kenyamanan secara ergonomis. Secara keseluruhan, kualitas street furniture di Jalan Jendral Ahmad Yani berada dalam kategori cukup nyaman, namun sedikit memerlukan peningkatan melalui pemenuhan elemen street furniture secara lengkap dan perbaikan elemen yang mengalami kerusakan.
Identifikasi Elemen Street Furniture dan Kenyamanannya terhadap Pejalan Kaki di Kesawan Kota Medan: Studi Kasus Jl. Jendral Ahmad Yani Ziana Zain; Rinaldi Mirsa; Fidyati Fidyati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.645

Abstract

Kesawan merupakan kawasan heritage dan pusat Kota Medan, menjadikannya sangat padat oleh masyarakat dengan segala kegiatan. Maka, sangat dibutuhkan street furniture yang memadai untuk dapat menjangkau semua tempat kegiatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, namun kondisi street furniture saat ini belum lengkap dan tidak teratur, sehingga menimbulkan kendala pada kenyamanan pejalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi street furniture terhadap kenyamanan pejalan kaki di Jalan Jendral Ahmad Yani berdasarkan teori Rubenstain (1992). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara kepada 25 pejalan kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan elemen street furniture belum sepenuhnya terakomodasi sesuai dengan standar teori Rubenstain (1992) dan ketersedian elemen street furniture belum merata. Kondisi street furniture secara umum menunjukkan tingkat yang cukup memadai namun memiliki tingkat pemeliharaan yang beragam. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa elemen street furniture yang paling memberikan kenyamanan terhadap pejalan kaki yaitu paving yang menentukan kenyamanan sirkulasi dan bangku memberikan kenyamanan secara ergonomis. Secara keseluruhan, kualitas street furniture di Jalan Jendral Ahmad Yani berada dalam kategori cukup nyaman, namun sedikit memerlukan peningkatan melalui pemenuhan elemen street furniture secara lengkap dan perbaikan elemen yang mengalami kerusakan.