Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Sengkol melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Pengelolaan Limbah Organik Berkelanjutan Shintya Sari; M. Aprian Rahmat; Aminati Idiantini; Anisa Salma; Loventnia Midy Nisrina Nabilah; Nunda Widia Ningrum; Asep Wibowo; Sofiyatil Anwariyah; M. Hendri Januarta; M. Yayan Gunawan; Wastu Ayu Diamahesa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14609

Abstract

Pengelolaan limbah organik yang tidak optimal masih menjadi permasalahan utama di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Limbah rumah tangga dan pertanian yang dibuang tanpa pengolahan berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga juga belum dimaksimalkan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui implementasi solusi terpadu berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengelolaan limbah organik sekaligus optimalisasi lahan pekarangan melalui penanaman sayuran. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis budidaya maggot dan pembuatan pupuk kasgot, serta distribusi bibit sayuran (cabai, tomat, dan terong) yang melibatkan 27 ibu rumah tangga sebagai peserta. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik berkelanjutan. Budidaya maggot BSF terbukti efektif mereduksi volume limbah rumah tangga sekaligus menghasilkan biomassa maggot sebagai pakan ternak alternatif dan pupuk kasgot yang diaplikasikan pada tanaman pekarangan. Integrasi antara pengelolaan limbah dan budidaya sayuran menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan keluarga dan kemandirian ekonomi masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat sepanjang program menjadi indikator keberhasilan transfer teknologi dan pengetahuan. Untuk menjamin keberlanjutan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah desa dan penguatan kelembagaan lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam mengatasi permasalahan limbah organik sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Pembelajaran Matematika Siswa SMP: 3.1 Penemuan Unik dan Kesesuaian dengan Penelitian Lain, 3.2 Faktor Internal: Kepercayaan Diri dan Kecerdasan Intrapersonal Rizal Iryanto; Nani Kurniati; Sofiyatil Anwariyah; Nur Thohira
Journal of Science Technology and Education Vol 1 No 2 (2025): October
Publisher : Yayasan Arfah Bin Haji Muhammad Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/jste.v2i1.39

Abstract

This study aims to analyze the learning strategies that have been implemented to improve the creative thinking skills of junior high school students in mathematics. The method used is a Systematic Literature Review of nine relevant scientific journals from 2018 to 2025. The results of this study show that the application of contextual approaches such as realistic mathematics, cooperative models such as Think Pair Share, and innovative learning media such as E-comics, regenerative STEM, and KOLANG comics have proven to be effective in developing creative thinking indicators, namely fluency, flexibility, originality, and elaboration. In addition, internal student factors such as self-confidence and intrapersonal intelligence also play an important role in the creative thinking process. It was concluded that the combination of contextual learning, innovative media, and psychological factor support is the key to success in increasing the mathematical creativity of junior high school students.