p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal LEBAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Puding Mengkudu Sebagai Alternatif Jajanan Bagi Penderita Diabetes Melitus Di Kelurahan Pancuran Bambu Kec.Sibolga Sambas Fridella Grace Natalia Tarigan; Herlina Herlina; Percaya Hia; Pesta Pesta
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.83

Abstract

Peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus (DM) di Indonesia menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu tantangan yang dihadapi penderita DM adalah keterbatasan dalam memilih makanan atau jajanan yang aman dikonsumsi tanpa meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan inovasi pangan fungsional yang dapat menjadi alternatif jajanan sehat bagi penderita DM. Mengkudu (Morinda citrifolia) dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, termasuk sifat antidiabetik yang dapat membantu mengatur kadar gula darah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mengkudu mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar glukosa dalam darah. Oleh karena itu, mengembangkan puding berbahan dasar mengkudu sebagai jajanan fungsional menjadi relevan sebagai upaya mendukung kesehatan penderita DM. Sub-proposal ini bertujuan untuk merancang dan menguji puding mengkudu sebagai alternatif jajanan bagi penderita diabetes mellitus. Kegiatan yang direncanakan meliputi perancangan resep puding mengkudu yang rendah gula dan aman dikonsumsi, pengujian organoleptik untuk menilai penerimaan rasa, aroma, dan tekstur oleh target konsumen, serta analisis kandungan gizi dan efeknya terhadap kadar gula darah. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan pilihan jajanan yang sehat, praktis, dan menarik bagi penderita DM, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan fungsional untuk pengendalian penyakit kronis.
Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasi Pengaruh Serbuk Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Aek Parambunan Kota Sibolga Fridella Grace Natalia Tarigan; Meiyati Simatupang; Septi Septi; Marito Adelia
Lebah Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v18i1.247

Abstract

Edukasi Pengaruh Serbuk Daun Kelor terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus   merupakan program yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyakit degeneratif, khususnya Diabetes Melitus (DM), akibat perubahan gaya hidup modern. Data IDF (2017) menunjukkan bahwa penderita diabetes di dunia mencapai 425 juta jiwa dan diprediksi terus meningkat. Di Indonesia sendiri, jutaan orang telah terdiagnosis DM, bahkan sebagian besar belum terdeteksi (Riskesdas, 2013).Diabetes melitus terjadi akibat kekurangan insulin atau resistensi insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemia (Tandra, 2016). Daun kelor diketahui mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi menghambat penyerapan glukosa di usus serta meningkatkan sekresi insulin, sehingga berpotensi menurunkan kadar gula darah (Kwon et al., 2007; Fiana et al., 2016). Penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa konsumsi teh daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (Ples & Ho, 2007). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian kadar gula darah dengan pemanfaatan serbuk daun kelor, serta membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita DM. Strategi pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan serbuk daun kelor, penggunaan media edukasi (video animasi, buku panduan, dan media sosial), serta monitoring melalui pre-test dan post-test. Luaran program yang diharapkan antara lain terciptanya buku edukasi nutrisi, video animasi, artikel ilmiah, serta pemanfaatan serbuk daun kelor dalam diet sehat. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pengetahuan masyarakat, partisipasi minimal 30 peserta, penggunaan serbuk daun kelor oleh 50% peserta, penurunan kadar gula darah rata-rata 20 mg/dL, serta penyebaran informasi ke lebih dari 100 orang melalui media sosial. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kadar gula darah, serta memanfaatkan serbuk daun kelor sebagai alternatif alami untuk pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus