LEBAH
Vol. 18 No. 1 (2024): September: Pengabdian

Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasi Pengaruh Serbuk Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Aek Parambunan Kota Sibolga

Fridella Grace Natalia Tarigan (STIKes Nauli Husada Sibolga, Indonesia)
Meiyati Simatupang (STIKes Nauli Husada Sibolga, Indonesia)
Septi Septi (STIKes Nauli Husada Sibolga, Indonesia)
Marito Adelia (STIKes Nauli Husada Sibolga, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Sep 2024

Abstract

Edukasi Pengaruh Serbuk Daun Kelor terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus   merupakan program yang dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus penyakit degeneratif, khususnya Diabetes Melitus (DM), akibat perubahan gaya hidup modern. Data IDF (2017) menunjukkan bahwa penderita diabetes di dunia mencapai 425 juta jiwa dan diprediksi terus meningkat. Di Indonesia sendiri, jutaan orang telah terdiagnosis DM, bahkan sebagian besar belum terdeteksi (Riskesdas, 2013).Diabetes melitus terjadi akibat kekurangan insulin atau resistensi insulin, sehingga menyebabkan hiperglikemia (Tandra, 2016). Daun kelor diketahui mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang berfungsi menghambat penyerapan glukosa di usus serta meningkatkan sekresi insulin, sehingga berpotensi menurunkan kadar gula darah (Kwon et al., 2007; Fiana et al., 2016). Penelitian sebelumnya juga membuktikan bahwa konsumsi teh daun kelor dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (Ples & Ho, 2007). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengendalian kadar gula darah dengan pemanfaatan serbuk daun kelor, serta membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita DM. Strategi pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan serbuk daun kelor, penggunaan media edukasi (video animasi, buku panduan, dan media sosial), serta monitoring melalui pre-test dan post-test. Luaran program yang diharapkan antara lain terciptanya buku edukasi nutrisi, video animasi, artikel ilmiah, serta pemanfaatan serbuk daun kelor dalam diet sehat. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pengetahuan masyarakat, partisipasi minimal 30 peserta, penggunaan serbuk daun kelor oleh 50% peserta, penurunan kadar gula darah rata-rata 20 mg/dL, serta penyebaran informasi ke lebih dari 100 orang melalui media sosial. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kadar gula darah, serta memanfaatkan serbuk daun kelor sebagai alternatif alami untuk pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus

Copyrights © 2024