Yajid Hamdani
Universitas Sains Al-Qur’an

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM: ANALISIS PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLISH MADJID Yajid Hamdani; M. Zimamin Nasaki; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6313

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan multikultural dalam perspektif Islam melalui analisis pemikiran Abdurrahman Wahid dan Nurcholish Madjid sebagai dua tokoh Muslim Indonesia yang berpengaruh dalam wacana pluralisme dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menelaah karya-karya utama, pidato, dan pemikiran kedua tokoh yang relevan dengan isu keberagaman dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa gagasan Gus Dur mengenai rahmatan lil ‘ālamīn, perlindungan kelompok minoritas, serta pentingnya kesetaraan sosial membentuk fondasi pendidikan Islam yang inklusif. Sementara itu, pemikiran Cak Nur menekankan pentingnya kebebasan beragama, pembaruan pemikiran keagamaan, dan sikap inklusif sebagai basis pembentukan karakter peserta didik dalam masyarakat majemuk. Kedua tokoh sepakat bahwa pendidikan Islam harus menjadi sarana menumbuhkan nilai toleransi, keadilan, dan penghargaan terhadap kemanusiaan. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran mereka relevan untuk merumuskan model pendidikan multikultural yang mampu merespons tantangan keberagaman sosial di Indonesia.
PERAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN AL-ASY’ARIYYAH 2 TERHADAP PENINGKATAN NILAI RELIGIUS MASYARAKAT DERODUWUR MOJOTENGAH WONOSOBO Yajid Hamdani; Robingun Suyud El Syam; Nugroho Prasetya Adi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7691

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam membentuk dan meningkatkan nilai religius masyarakat. Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah 2 Desa Deroduwur Mojotengah Wonosobo tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan santri, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial-keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pondok pesantren dalam meningkatkan nilai religius masyarakat, bentuk kegiatan yang dilakukan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah 2 terhadap peningkatan nilai religius masyarakat di Desa Deroduwur, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo. Selain itu, penelitian ini berupaya mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan yang diselenggarakan pesantren dalam melibatkan masyarakat umum secara aktif, serta menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam upaya peningkatan nilai religius tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian mencakup pengasuh pondok, pengurus pondok, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al-Asy'ariyyah 2 memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan agama dan pembinaan akhlak, sarana peningkatan pemahaman ibadah, teladan penggerak kehidupan religius, serta pilar pembangunan non-fisik bagi desa. (2) Bentuk kegiatan yang melibatkan masyarakat terbagi ke dalam kegiatan rutinan (pengajian mingguan, selapanan Rabu Kliwon), kegiatan tahunan berskala besar (Haflah Khotmil Qur’an, Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh), partisipasi pada momen khusus (Tarawih Ramadhan, silaturahmi Maulud), dan sinergi sosial kemasyarakatan (Genduren, tasyakuran). (3) Faktor pendukung program ini mencakup antusiasme warga, kekuatan tradisi budaya desa, peran aktif pengurus, dan sinergi kuat dengan pemerintah desa. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah kesibukan kerja dan ekonomi warga, rendahnya partisipasi pemuda, kendala teknis cuaca, serta keterbatasan infrastruktur fisik pada kegiatan berskala besar.