This Author published in this journals
All Journal Magenta
Topan Dewa Gugat
Universitas Media Nusantara Citra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Estetika Sinematografi dan Kurasi Visual pada Iklan Berbasis Generative AI: Studi Kasus TVC Ramadhan MNC University Topan Dewa Gugat; Yuditia Leo Andhika
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 10 No. 01 (2026): Magenta : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v10i01.231

Abstract

Kehadiran Generative Artificial Intelligence (AI) di industri media digital telah mengubah cara kerja produksi visual komersial secara mendasar, menawarkan kecepatan dan efisiensi yang belum pernah ada sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kaidah sinematografi klasik diterjemahkan ke dalam bentuk teks (prompt engineering), serta bagaimana proses perbaikan estetika (kurasi) dilakukan pada video hasil buatan AI. Menggunakan metode Research through Design (RtD) dan pendekatan autoetnografi, penelitian ini membedah proses pembuatan iklan komersial bertema Ramadan "Keluarga Baru" (MNC University) sebagai studi kasus utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun AI sangat efisien dalam memproduksi aset mentah, teknologi ini tidak memiliki "empati algoritmik" dan sering gagal menjaga konsistensi visual seiring berjalannya waktu bingkai (frame). Ada lima temuan penting dalam kolaborasi manusia-mesin ini: (1) perlunya menerjemahkan jenis lensa dan spesifikasi kamera (misal: lensa 24mm, bukaan f/1.8) ke dalam bahasa teks untuk mengunci keacakan gambar AI; (2) wajibnya campur tangan editor manusia untuk membuang gambar yang bergetar (temporal flickering) dan menyelaraskan warna agar selaras dengan psikologi penonton; (3) penggunaan teknik montase klasik "Efek Kuleshov" untuk merangkai klip-klip acak menjadi sebuah cerita ruang-waktu yang logis; (4) pentingnya penambahan suara manusia asli (voice-over) untuk memberikan nyawa, napas, dan kerentanan emosi pada video AI yang terasa kaku; dan (5) keharusan menggunakan teknik tempel digital (compositing) tingkat lanjut agar logo merek korporat tampil sempurna tanpa distorsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran manusia secara absolut tidak bisa dihilangkan. Pekerja kreatif harus beradaptasi menjadi "Direktur Kreatif Hibrida" yang tidak hanya mampu mengarahkan mesin AI melalui bahasa pemrograman linguistik, tetapi juga memiliki otoritas kuratorial penuh untuk memperbaiki hasilnya agar layak tayang sebagai iklan komersial berkualitas tinggi.