Kaela Isadora
Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Modus Phishing Whatsapp Kaela Isadora; Nashwa Putri Aqila; Hermia Gustina; Azarine Nabila; Nurfitriana
Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Ekonomi Indonesia (JABEI) Vol. 3 No. 2 (2024): JABEI
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jabei.v3i2.243

Abstract

Pada penelitian ini menganalisis serangan phising terhadap whatsapp. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya tindakan penipuan dengan mengelabui target agar dapat mencuri informasi data pribadi pengguna whatsapp. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan dari sumber-sumber terdahulu. Phising adalah sebuah website penipuan untuk mengelabui target dengan cara mengirim link seperti undangan pernikahan, link drive, m-banking, dan sejenis lainnya. Penyebab terjadinya phising adalah karena pengguna whatsapp masih kurang pengetahuan dan perhatian pada keamanan data pribadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak dari phising ini sangat berpengaruh pada pengguna whatsapp itu sendiri.
Membangun Generasi Anti-Korupsi Terhadap Peran dan Tantangan Edukasi Antikorupsi pada Gen Z di Era Digital Kaela Isadora; Raifan Wahyu Satria; Rifna Angraini; Siti Nur Hikmah; Rahayu Lestari
Jurnal Akuntansi, Bisnis dan Ekonomi Indonesia (JABEI) Vol. 4 No. 1 (2025): JABEI
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jabei.v4i1.264

Abstract

Since they were raised in the internet age, Generation Z will play a crucial part in future initiatives to end corruption. In addition to outlining the difficulties encountered in its implementation, this study attempts to investigate how anti-corruption education shapes the anti-corruption character of this generation. In addition to formal education, Gen Z-friendly digital channels like social media and technology-based learning apps can also be used to deliver anti-corruption education. The primary barriers, however, include issues like low computer literacy, a lack of understanding of the consequences of corruption, and the role that a permissive social context plays in corruption.Through the use of a qualitative methodology, this study discovered that education founded on integrity values, cross-sector collaboration, and innovative technology use can be a successful strategy for producing a generation that is cognizant of and sensitive to the risks associated with corruption. These results are expected to aid in the creation of more inclusive and contemporary anti-corruption education initiatives in the digital age.