Eva Nur Amalia
SMK KP Baros Arjasari, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pupuh Raehan Sebagai Basis Model Pembelajaran Digital-Interaktif pada Pendidikan Seni di SMK Eva Nur Amalia; Jaeni Jaeni; Yahfenel Evi Fussalam; Rizki Ferry Ramdani
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026): IN PRESS
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3198

Abstract

Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pembelajaran seni budaya di sekolah menengah kejuruan (SMK). Seni tradisional, termasuk pupuh Sunda, kerap mengalami penurunan minat belajar karena dianggap kurang relevan dengan karakteristik peserta didik vokasional. Hadirnya Pupuh raehan karya Yus Wiradiredja dalam repertoar pupuh Sunda adalah salah satu karya inovasi yang mencoba memberikan alternatif agar Pupuh Sunda Kembali eksis dan diminati oleh siswa. Perlu adanya strategi dan inovasi agar seni tradisional termasuk pupuh sunda dapat eksis kembali di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model pembelajaran digital-interaktif berbasis Pupuh Raehan dalam penguatan identitas budaya siswa SMK. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Subjek penelitian adalah siswa kelas X program keahlian Perhotelan di SMK KP Baros Arjasari Kabupaten Bandung. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran digital-interaktif berbasis Pupuh Raehan mampu meningkatkan keterlibatan dan apresiasi siswa terhadap seni pupuh Sunda. Integrasi media digital menjadikan proses pembelajaran lebih kontekstual, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Selain meningkatkan motivasi belajar, model ini berkontribusi pada penguatan identitas budaya siswa melalui pemahaman nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam Pupuh Raehan. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran seni berbasis budaya lokal yang adaptif terhadap teknologi sebagai upaya revitalisasi seni tradisional dalam pendidikan vokasional.