Siti Hikmah
Universitas Islam Negeri Walisongo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Dukungan Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari Lansia di Panti Jompo Yuslih Maulida; Najwa Salsabil Bahri; Nur Aini Hidayah; Fikriyyah Maeyani; Bintang Dian Larasati; Indria adisti rahmadita; Asma'Nur Kamila; Faradila Chandra; Lufi Maulidta Wulanda; Siti Hikmah
Jurnal Kesehatan Amanah Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Amanah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jka.v9i1.867

Abstract

Elderly people living in nursing homes are vulnerable to limited social interaction and isolation, which impacts their psychological well-being and quality of life. Social support is an important factor in improving the well-being of the elderly in this environment. Therefore, this study aims to analyze the dynamics of social support received by the elderly in their daily lives at the Al-Hikmah nursing home, including the forms of support, the main sources of support, and the challenges faced. The study used a qualitative approach with 6 elderly participants aged 60-75 years who lived in nursing homes and were still able to communicate well. Data were collected through semi-structured interviews, then analyzed thematically. The results showed that the elderly received various forms of social support, namely emotional support, appreciation, instrumental, infor mation, and social networks. Emotional and instrumental support were the most felt, while information support was the most limited. Social interaction and involvement in religious or social activities strengthen the support network, but there is variation in the level of involvement between individuals. Therefore, adequate and sustainable social support from family, nursing home administrators, and the community plays a very important role in improving the psychological well-being and quality of life of the elderly in nursing homes. It is important to create an environment that encourages communication, social participation, and appreciation of the needs of the elderly.
Peran UKM-F GEMA dalam menumbuhkan rasa kebersamaan (sense of community) di UIN Walisongo Semarang Zaida Dina Nashichah; Hilda Rizkiya Mahdani; Shafira Khoirunnisa Ramadhani; Zalfaa Auliya Khonsa; Siti Hikmah
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/8hw53d21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran UKM-F GEMA dalam menumbuhkan rasa kebersamaan (sense of community) di UIN Walisongo Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi untuk memahami secara mendalam dinamika interaksi sosial, budaya organisasi, serta pengalaman kolektif anggota dalam aktivitas olahraga. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumentasi kegiatan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas latihan rutin, kompetisi, dan interaksi informal antaranggota menjadi medium utama dalam membangun rasa kebersamaan. Sense of community yang berkembang ditandai oleh adanya rasa memiliki, kelekatan emosional, kepercayaan, serta komitmen yang kuat terhadap organisasi. Rasa kebersamaan ini juga berkontribusi terhadap kesejahteraan mental anggota dan meningkatkan loyalitas serta keterlibatan mereka dalam kegiatan organisasi. Budaya organisasi yang berbasis kebersamaan membentuk modal sosial yang memperkuat keberlanjutan UKM-F GEMA baik secara struktural maupun kultural. Penelitian ini menegaskan bahwa UKM berbasis olahraga memiliki potensi besar sebagai ruang pembinaan sosial dan psikologis mahasiswa, bukan hanya sebagai sarana pengembangan prestasi nonakademik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan pembinaan organisasi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
Peran Pengajar Dalam Pembentukan Karakter Religius Anak: Perspektif Psikologi Komunitas Pada TPQ Chasan Puro Leyda Syaykhiyah Adibah; Muhammad Feyzal Rizkillah; Fathirazahra; Naumy Maulidiya Amanda; Siti Hikmah
Studia : Journal of Humanities and Education Studies Vol. 1 No. 1 (2025): August: Studia: Journal of Humanities and Education Studies
Publisher : CV Edukastra Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66749/jzyytd81

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan mekanisme pembentukan karakter religius pada peserta didik melalui peran guru, kegiatan pembiasaan keagamaan, serta dukungan lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan spiritual, moral, dan emosional anak. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman peserta didik, pendidik, dan pihak lembaga melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen agar gambaran empiris mengenai praktik keagamaan di sekolah dan lembaga nonformal dapat tergali secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter religius berlangsung melalui integrasi antara keteladanan guru, penguatan rutinitas ibadah, bimbingan moral, serta interaksi sosial yang sehat sehingga nilai-nilai keagamaan tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan melalui perilaku sehari-hari. Guru berperan sebagai figur utama yang mempengaruhi pola pikir dan sikap religius peserta didik melalui konsistensi perilaku, komunikasi interpersonal yang baik, dan kemampuan menciptakan suasana belajar yang menumbuhkan kepekaan spiritual. Lingkungan sekolah yang mendukung praktik keagamaan mampu memperkuat proses internalisasi nilai sehingga peserta didik mengembangkan sikap positif seperti disiplin, empati, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, serta lembaga pendidikan nonformal untuk membangun karakter religius yang stabil dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan desain pembelajaran keagamaan yang lebih efektif dan aplikatif bagi pengembangan karakter anak.