Penelitian ini bertujuan menjelaskan mekanisme pembentukan karakter religius pada peserta didik melalui peran guru, kegiatan pembiasaan keagamaan, serta dukungan lingkungan pendidikan yang menopang perkembangan spiritual, moral, dan emosional anak. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman peserta didik, pendidik, dan pihak lembaga melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen agar gambaran empiris mengenai praktik keagamaan di sekolah dan lembaga nonformal dapat tergali secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembentukan karakter religius berlangsung melalui integrasi antara keteladanan guru, penguatan rutinitas ibadah, bimbingan moral, serta interaksi sosial yang sehat sehingga nilai-nilai keagamaan tidak hanya diajarkan, tetapi juga dihidupkan melalui perilaku sehari-hari. Guru berperan sebagai figur utama yang mempengaruhi pola pikir dan sikap religius peserta didik melalui konsistensi perilaku, komunikasi interpersonal yang baik, dan kemampuan menciptakan suasana belajar yang menumbuhkan kepekaan spiritual. Lingkungan sekolah yang mendukung praktik keagamaan mampu memperkuat proses internalisasi nilai sehingga peserta didik mengembangkan sikap positif seperti disiplin, empati, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, serta lembaga pendidikan nonformal untuk membangun karakter religius yang stabil dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan desain pembelajaran keagamaan yang lebih efektif dan aplikatif bagi pengembangan karakter anak.
Copyrights © 2025