Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK DIGITALISASI AKUNTANSI SYARIAH, KEPATUHAN SYARIAH, DAN PENGAWASAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PESANTREN - BERBASIS USAHA (KOTA MAKASSAR, SELAWESI SELATAN) Gita Sabani; Nur Ismi; Lisdawati; Desy Rahmawati Anwar
JUMESI : Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol 1 No 2 (2025): JUMESI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren saat ini tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga berkembang sebagai entitas ekonomi melalui pengelolaan berbagai unit usaha seperti koperasi, BMT mini, dan usaha produktif lainnya. Perkembangan tersebut menuntut pengelolaan keuangan yang profesional, transparan, dan sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi akuntansi syariah, kepatuhan syariah, dan pengawasan internal terhadap kualitas laporan keuangan pesantren-berbasis usaha di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap pengelola unit usaha pesantren yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi akuntansi syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pesantren. Selain itu, kepatuhan syariah dan pengawasan internal juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan pengawasan internal memiliki pengaruh yang relatif lebih kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas laporan keuangan pesantren tidak hanya bergantung pada pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga pada kepatuhan terhadap prinsip syariah dan efektivitas sistem pengawasan internal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan literatur akuntansi syariah serta implikasi praktis bagi pengelola pesantren dalam memperkuat tata kelola keuangan yang akuntabel dan berkelanjutan.