Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI YANG DAPAT DIMODIFIKASI DAN YANG TIDAK DAPAT DIMODIFIKASI PADA REMAJA DAN DEWASA MUDA Kurniadhi, Didi; Siringo, Esti Novayanti
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 1 (2026): JSRD, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i1.1544

Abstract

Penyakit tidak menular saat ini menjadi salah satu isu kesehatan utama yang ditandai dengan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas secara signifikan. Salah satu kondisi yang banyak dijumpai adalah hipertensi, yang berkontribusi sebagai faktor risiko utama terhadap berbagai penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, stroke, serta peningkatan risiko kematian. Hipertensi sering disebut dengan sillent killer. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap terjadinya hipertensi pada kelompok remaja dan dewasa muda. Metode yang digunakan dalam literature review penelitian ini dilaksanakan melalui penelusuran artikel ilmiah pada berbagai basis data jurnal penelitian. Proses pencarian dilakukan menggunakan beberapa database, yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest, dengan memanfaatkan kata kunci tertentu yang relevan dengan topik penelitian. yaitu “Risk Factor AND Hypertension AND Adolescent OR 12-25 years AND Young adult OR 26-35 years”. Jurnal yang dapat diseleksi berdasarkan kriteria inklusi, dan kriteria eksklusi, yaitu jurnal yang diterbitkan dari tahun 2011–2022, jurnal yang dapat diakses secara free fulltext, jurnal yang berbahasa inggris dan berbahasa indonesia serta menguji kelayakan dari jurnal. Hasil penelurusan didapatkan 16 artikel yang meneliti faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kelompok remaja dan dewasa muda. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi yang berperan dalam kejadian penyakit hipertensi pada usia 12-35 tahun adalah seperti merokok, obesitas, riwayat keluarga, kualitas tidur, dan kurang aktivitas fisik, serta faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi mencakup karakteristik biologis seperti jenis kelamin serta predisposisi genetik yang tercermin dalam riwayat keluarga.