Tomia, Chynthia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kearifan Lokal Sasi Kelapa Sebagai Bentuk Pengelolaan Tradisional di Negeri Tial Kecamatan Salahutu Malang, Safarini; Tuharea, Ismela; Tomia, Chynthia; Latuconsina, Jasmine Khairunnisa
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.15909

Abstract

Praktik kearifan lokal sasi merupakan salah satu bentuk sistem pengelolaan sumber daya alam tradisional yang berkembang di wilayah Maluku dan masih bertahan hingga saat ini. Salah satu variannya adalah sasi kelapa, yang diterapkan masyarakat Negeri Tial, Kecamatan Salahutu, sebagai mekanisme adat untuk mengatur pemanfaatan tanaman kelapa secara kolektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan sasi kelapa, aktor-aktor adat yang terlibat, nilai sosial-ekologis yang dikandung, serta tantangan yang dihadapi dalam konteks perubahan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap tokoh adat, pemerintah negeri, serta warga pemilik kebun kelapa, dan studi dokumentasi terhadap arsip adat serta literatur terkait. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sasi kelapa di Negeri Tial tidak hanya berfungsi sebagai alat pengendalian pemanenan kelapa, tetapi juga sebagai sarana menjaga keseimbangan ekologis, memperkuat solidaritas sosial, dan mempertahankan otoritas lembaga adat dalam tata kelola sumber daya lokal. Namun demikian, keberlanjutan praktik ini menghadapi tantangan berupa tekanan ekonomi, perubahan pola kepemilikan lahan, serta pengaruh modernisasi yang mempengaruhi kepatuhan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan kelembagaan adat dan integrasi nilai sasi dalam kebijakan pengelolaan sumber daya tingkat lokal agar praktik ini tetap relevan di masa mendatang.