Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter Qur’ani peserta didik. Dalam konteks pendidikan modern, sekolah Islam dituntut mampu menghadirkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam proses pembelajaran. Salah satu inovasi kurikulum yang dikembangkan adalah Tahfizh International Curriculum (TIC) yang mengintegrasikan program tahfizh Al-Qur’an dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori implementasi kebijakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn yang menekankan enam variabel utama yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan, yaitu standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, sikap para pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Tahfizh International Curriculum dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di Al Wildan Islamic International School 10 Jakarta. Analisis difokuskan pada bagaimana kurikulum tersebut diterapkan dalam proses pembelajaran serta kontribusinya dalam membentuk karakter Qur’ani peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara purposive, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Tahfizh International Curriculum di Al Wildan Islamic International School 10 Jakarta terlaksana secara sistematis dan terintegrasi dalam kurikulum, proses pembelajaran, serta kegiatan keagamaan siswa. Implementasi tersebut memberikan kontribusi positif dalam penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dan pembentukan karakter Qur’ani peserta didik, meskipun masih terdapat beberapa kendala seperti perbedaan kemampuan hafalan siswa dan keterbatasan waktu pembelajaran.