Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah menengah kejuruan. PAI tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual yang dapat membentuk kepribadian peserta didik agar beriman, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi pembelajaran PAI memerlukan model pembelajaran yang sistematis dan terarah agar tujuan pembentukan karakter dapat tercapai secara optimal. Model pembelajaran yang dikembangkan oleh Bruce Joyce & Marsha Weil menjadi salah satu kerangka teoritis yang relevan karena menekankan pada komponen penting dalam proses pembelajaran, seperti Syntax, Social System, Principle of Reaction, Support System, serta dampak pembelajaran yang meliputi instructional effects dan nurturant effects. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter peserta didik di SMKN 58 Jakarta. Analisis penelitian difokuskan pada bagaimana proses pembelajaran PAI dilaksanakan berdasarkan komponen model Joyce & Weil, serta bagaimana dampaknya terhadap pembentukan karakter religius peserta didik di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode guna memastikan validitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI di SMKN 58 Jakarta terlaksana secara sistematis dan efektif. Implementasi pembelajaran yang sistematis dan didukung oleh lingkungan sekolah yang religius menjadikan PAI berperan efektif dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter unggul.