Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Kebijakan Nasional dan Perencanaan Wilayah dalam Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidenreng Rappang: Analisis Kesenjangan Kapasitas Sarana dan Pengembangan 3R/WtE Maula, Rahmatun; Qanitatul Isra Qamal; Iqbal Kamaruddin; AR Fuad Hasanuddin
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan timbulan sampah dan keterbatasan kapasitas layanan menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu isu strategis dalam pembangunan wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang. Sistem yang masih didominasi pola kumpul–angkut–buang perlu diarahkan menuju pengurangan di sumber, pemanfaatan kembali, dan pemrosesan yang lebih ramah lingkungan agar sejalan dengan agenda nasional dan prinsip ekonomi sirkular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem pengelolaan sampah Kabupaten Sidenreng Rappang terhadap target nasional pengurangan 30% dan penanganan 70%, sekaligus merumuskan arah pengembangan 3R dan waste-to-energy (WtE) dalam kerangka perencanaan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbulan sampah tahun 2024 mencapai 132,30 ton/hari, pengurangan masih di bawah 20%, sampah terkelola baru mendekati 75%, dan cakupan pelayanan sekitar 67,9%, sehingga beberapa indikator kinerja belum memenuhi target, terutama pada pengurangan, kapasitas dan kualitas TPA, serta kesiapan infrastruktur pendukung WtE. Pendekatan yang digunakan menegaskan urgensi penguatan 3R di hulu, modernisasi TPA Patommo, penataan layanan berbasis zonasi, serta penguatan kelembagaan dan pembiayaan agar transformasi sistem persampahan dapat berjalan berkelanjutan. Temuan ini memberikan dasar perencanaan yang operasional bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan kebijakan nasional persampahan dengan strategi pengelolaan di tingkat kabupaten yang lebih efektif dan adaptif.
Integrasi Spasial dan Sosial Dalam Mewujudkan Livable Settlement di Kawasan Urban Lhokseumawe Qanitatul Isra Qamal; AR Fuad Hasanuddin; Dina Meitriana; Abdul Razak Nawaf
Bayt ElHikmah: Journal of Islamic Architecture and Locality Vol. 3 No. 2 (2025): Bayt ElHikmah
Publisher : Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jial.v3i2.9545

Abstract

Spatial and Social Integration in Achieving Livable Settlements in Urban Lhokseumawe. Lhokseumawe City faces spatial-social disparities from urbanization in Banda Sakti and Gampong Pusong areas. This study analyzes spatial-social integration for sustainable livable settlements in 2025 using sequential explanatory mixed methods: quantitative survey (Likert scale, one-way ANOVA) followed by qualitative (interviews, FGD, participatory observation). Findings reveal Banda Sakti excels in spatial order, public facilities, and social cohesion, while Gampong Pusong suffers infrastructure deficits and social disintegration. Integrative strategies include adaptive spatial planning, community empowerment, and multi-stakeholder collaboration, contributing to policy frameworks forsustainable settlements in developing Indonesian cities.