Nataniel Wellem Tabalena
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Psikoedukasi Teenage dan Sex Education pada Remaja Firnanda Dewi Nurhaliza; Aisya Dwi Rohmawati; Retno Larasati Widi; Nataniel Wellem Tabalena; Shofi Risqia Rachma; Esther Gabriella Putri; Prisma Endah Melanie; Isrida Yul Arifiana; Sayidah Aulia UI Haque
Jurnal Psikologi Atribusi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Psikoedukasi dan Pendampingan (Septe
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/rpvwym36

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang signifikan, sehingga menjadikan remaja kelompok yang rentan terhadap berbagai permasalahan, termasuk pelecehan seksual. Tingginya dorongan seksual yang belum diimbangi dengan kematangan kontrol diri, minimnya pendidikan kesehatan reproduksi, serta pengaruh lingkungan dan media digital menjadi faktor utama meningkatnya kasus pelecehan seksual pada remaja. Data nasional menunjukkan peningkatan signifikan kasus kekerasan seksual dari tahun ke tahun, baik yang terjadi di lingkungan sekolah, ruang publik, maupun media daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena pelecehan seksual pada remaja, bentuk-bentuk yang sering terjadi, serta pentingnya edukasi sebagai upaya pencegahan. Sasaran kegiatan ini adalah remaja sebagai kelompok berisiko, serta institusi pendidikan sebagai lingkungan strategis dalam pencegahan kekerasan seksual. Proses pelaksanaan dilakukan melalui kajian literatur dan analisis data sekunder dari berbagai laporan nasional serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelecehan seksual pada remaja terjadi dalam bentuk verbal, nonverbal, dan daring, yang berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif dan penguatan sistem perlindungan di lingkungan pendidikan terbukti menjadi langkah penting dalam menekan risiko terjadinya pelecehan seksual. Manfaat kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai urgensi pencegahan kekerasan seksual pada remaja. Kesimpulan kegiatan ini menegaskan bahwa upaya preventif melalui edukasi, dukungan sistemik, dan regulasi yang tegas sangat diperlukan untuk melindungi remaja dari berbagai bentuk pelecehan seksual.
Grit dan resiliensi akademik pada siswa sekolah menengah atas di surabaya Nataniel Wellem Tabalena; Suhadianto; Herlan Pratikto
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to determine the relationship between grit and academic resilience in high school students in Surabaya. The problem in this study focuses on the extent to which students' perseverance and consistency (grit) affect their ability to bounce back from academic pressure (academic resilience). This study uses a quantitative approach with a correlational design. The participant selection technique used is incidental sampling or accidental sampling with a total of 290 high school students from various regions in Surabaya. The research instruments consist of a Grit scale and an Academic Resilience scale. The assumption test results show that the data is not normally distributed, so data analysis is performed using Spearman's Rho correlation technique. Based on the analysis results, a correlation value of r = 0.542 with a significance of p = 0.000 (p < 0.05) was obtained, indicating a positive and highly significant relationship between Grit and academic resilience. The effective contribution of Grit to academic resilience was 29%. This means that the higher the perseverance and consistency of students, the higher their ability to cope with academic pressure. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Grit dengan resiliensi akademik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya. Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada sejauh mana ketekunan dan konsistensi siswa (Grit) berpengaruh terhadap kemampuan mereka untuk bangkit dari tekanan akademik (resiliensi akademik). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan partisipan yang digunakan adalah insidental sampling atau accidental sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 290 siswa SMA dari berbagai daerah di Surabaya. Instrumen penelitian terdiri atas skala Grit serta skala Resiliensi Akademik. Hasil uji asumsi menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai korelasi sebesar r = 0,542 dengan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara Grit dan resiliensi akademik. Sumbangan efektif yang diberikan Grit terhadap resiliensi akademik sebesar 29%. Artinya, semakin tinggi ketekunan dan konsistensi siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka untuk bertahan menghadapi tekanan akademik.