Artagautama, Dewa Ramadhan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Prioritas Penanggulangan Pascabencana Menggunakan Metode MARCOS dengan Pembobotan ROC Novian, Fadhil Naufal Maifino; Artagautama, Dewa Ramadhan; Pinem, Agusta Praba Ristadi
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v11i1.7090

Abstract

Penanggulangan pascabencana merupakan salah satu tahapan yang krusial dalam mitigasi bencana. Selain menyiapkan proses yang cepat, hal penting lainnya adalah mempertimbangkan data yang akurat dalam menentukan prioritas penanganan. Prioritas penanganan berbasis data merupakan salah satu elemen penting yang dapat meminimalkan dampak lanjutan. Data yang tepat dapat membantu dalam mengidentifikasi daerah yang paling prioritas dalam penanganan segera agar alokasi sumber daya menjadi efisien. Salah satu cara menghasilkan data yang akurat dan mendukung pengambilan keputusan adalah penggunaan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan salah satu alternatif dalam menghasilkan informasi atau data untuk mendukung pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini menggunakan metode Measurement of Alternatives and Ranking Menurut Compromise Solution (MARCOS) yang dikombinasikan dengan teknik pembobotan Rank Order Centroid (ROC) bertujuan dapat membantu dalam menentukan prioritas penanggulangan pascabencana sehingga proses penanggulangan bencana lebih tepat sasaran. Penelitian ini membandingkan hasil validasi metode dengan data fakta atau data kejadian. Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama dalam penggulangan pascabencana di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kabupaten Klaten dengan nilai akhir 99,071 dan Kabupaten Bantul dengan nilai akhir 82,275. Selain itu, nilai korelasi rank spearman sebesar 0,95 menujukkan bahwa tingkat hubungan yang tinggi antara hasil penelitian dengan kebijakan penanggulangan bencana.