This Author published in this journals
All Journal Bugaris
Wildan Amro , Authony
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Kedelai: Dampaknya terhadap Mutu Organoleptik Brownies Kukus Wildan Amro , Authony; Karyanto, Yunus; Asmaul, Rina
BUGARIS Vol 2 No 2 (2025): BUGARIS
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/2qwa9f37

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1). Mengetahui pengaruh penambahan tepung kedelai terhadap hasil jadi produk brownies kukus ditinjau dari uji organoleptic meliputi tekstur dan rasa, daya terima. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan lima perlakuan konsentrasi tepung kedelai, yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dari jumlah tepung kedelai yang digunakan dalam resep standar.Data diperoleh melalui uji organoleptik oleh panelis terhadap dua  parameter: rasa dan  tekstur  Selain itu, dilakukan uji daya terima untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap produk. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap masing-masing parameter yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). substitusi tepung kedelai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sensori produk. Formulasi dengan 100% tepung kedelai menghasilkan nilai rata-rata tertinggi pada aspek rasa (3,16), tekstur (2,90), dan tingkat kesukaan (3,33), menunjukkan peningkatan mutu organoleptik secara keseluruhan. Selain meningkatkan cita rasa dan tekstur, penambahan tepung kedelai juga meningkatkan nilai gizi brownies karena kandungan proteinnya yang tinggi. Penelitian ini mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal seperti kedelai sebagai alternatif pengganti tepung terigu, yang dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan pengembangan industri pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi inovasi produk pangan berbasis kedelai yang lebih variatif dan bernilai tambah