Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kebaya “Janggan Jengyah” terhadap citra dan omset Butik TKD Modiste, serta mengidentifikasi bagaimana produk ini merepresentasikan tren fashion lokal. Butik TKD Modiste, yang berlokasi di Jombang, Jawa Timur, awalnya berfokus pada busana custom made. Namun, setelah peluncuran Kebaya Janggan Jengyah, butik ini mengalami perubahan signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci: pemilik butik (Tantri Kusuma Dewi), pegawai butik (Nabilah), dan seorang pelanggan setia (Meitya Sekar). Teknik analisis data menggunakan flow model analysis (Miles dan Huberman) yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum adanya Kebaya Janggan Jengyah, citra Butik TKD Modiste sudah baik di mata pelanggan setia karena fokus pada kualitas dan pelayanan custom made, meskipun jangkauan pasar dan omset masih terbatas. Setelah Kebaya Janggan Jengyah diproduksi dan dipasarkan, citra butik meningkat secara signifikan, menjadi lebih profesional, modern, dan elegan, karena produk ini berhasil merepresentasikan kualitas, keunikan desain, dan nilai budaya lokal. Peningkatan omset butik juga sangat signifikan, mencapai sekitar 70% dibandingkan periode sebelumnya. Kebaya Janggan Jengyah menjadi produk top seller dengan volume produksi 80 pcs per bulan dan jangkauan pasar yang meluas melalui platform e-commerce seperti Shopee, memungkinkan butik untuk berinovasi dan memperluas jaringan kolaborasi bisnis.