Melihat status penggunaan lahan (luas lahan) dan usahatani sampingan petani (ternak kambing) peluang pemanfaatan lahan dengan konsep pertanian terpadu dapat dilakukan. Hal ini kan meningkatkan pendapatan petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, kesadaran petani dengan konsep pertanian tersebut belum sepenuhnya petani mitra tahu dan paham. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) untuk memberikan pemahaman kepada petani dalam penerapan pertanian terpadu dengan konsep teknologi ramah lingkungan, (2) Melatih kemampuan petani dalam memanfaatkan sumberdaya yang ada disekitar petani untuk budidaya tanaman untuk mengurangi input dari luar, (3) Memberikan pemahaman kepada petani untuk pemanfaatan metode pemasaran dan konsep kemitraan untuk meningkatkan pendapatan petani. Metode pendekatan pemecahan yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan pelatihan, penyuluhan dan pembuatan demontrasi plot untuk meyakinkan petani dalam penerapan pupuk organic. Hasil pengabdian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pengetahuan petani mitra dalam pembuatan pupuk organic yang berbahan dasar limbah peternakan dipengaruhi oleh umur dan tingkat pendidikan. (2) Keberhasilan proses pembuatan pupuk organic berbahan dasar limbah peternakan melalui proses fermentasi memiliki keberhasilan cukup tinggi dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya saja sangat tergantung pada tingkat keterampulan petani. (3) Aplikasi pupuk organic cair maupun padat pada demplot penanaman kedelai sangat signifikan dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik saja.