Daun biwa (Eriobotrya japonica (Thunb.) Lindl) mengandung senyawa antioksidan yang memiliki efek anti-proliperatif, dan kardioprotektif. Aktivitas antioksidan flavonoid bersumber pada kemampuan mendonasikan atom hidrogennya atau melalu kemampuannya mengkelat logam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek kardioprotektif ekstrak etanol daun biwa terhadap tikus jantan yang diinduksi doksorubisin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium meliputi uji efek kardioprotektif menggunakan tikus jantan. Parameter yang diukur adalah kadar Creatine Kinase MB (CK-MB) dan Lactic Acid Dehydroginase (LDH). Tikus diinduksi dengan doksorubisin dengan dosis 5 mg/kg bb pada hari ke-7, ke-14, dan ke-21, diberi perlakuan ekstrak etanol daun biwa 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb selama 21 hari dan dilakukan pengujian kadar CK-MB dan LDH pada hari ke-21 setelah pemberian ekstrak etanol daun biwa. Data dianalisis untk mengatahui perbedakan kadar CK-MB dan LDH pada kelompok perlakuan, positif dan negatif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun biwa mampu menurunkan kadar CK-MB dan LDH dan aktivitas kardioprotektif maksimal, pada dosis 250 mg/kg. Kadar CK-MB kelompok kontrol negatif memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun biwa dosis 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan kelompok normal, kelompok kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak etanol daun biwa dosis 150 mg/kg bb, 200 mg/kg bb, dan 250 mg/kg bb. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak etanol daun biwa memiliki efek kardioprotektif dengan menghambat kenaikan kadar CK-MB dan LDH pada tikus jantan yang diinduksi doxorubicin.