Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi arus informasi di media sosial yang memicu munculnya fenomena Fear of missing out (fomo). Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan civic skill untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya penguatan civic skill dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mengendalikan perilaku fomo di kehidupan sehari-hari serta mengindentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses penguatan civic skill di kalangan siswa SMA Negeri 11 Merangin. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 11 Merangin dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari guru PPKn, siswa, dan wakil kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penguatan civic skill untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam mengendalikan perilaku fomo di kehidupan sehari-hari belum sepenuhnya berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari kurangnya aspek kemampuan berpikir kritis, pengendalian diri, tanggung jawab, partisipasi, dan pengambilan keputusan. Meskipun upaya penguatan telah dilakukan melalui pembelajaran PPKn seperti diskusi, tanya jawab, dan penugasan analisis, kemampuan berpikir kritis siswa mulai terbentuk namun masih perlu ditingkatkan. Adapun faktor pendukung meliputi peran guru, dukungan kurikulum, dan dukungan kebijakan sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi tingginya penggunaan media sosial, rendahnya kepercayaan diri siswa, dan pengaruh teman sebaya.