Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor yang Berpengaruh dalam Penyediaan Taman Kota untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Kota Bekasi Malnes, Hyldegard Asyera; -, Soedwiwahjono; Rini, Erma Fitria
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v7i2.93162.149-161

Abstract

Fenomena perubahan lahan perkotaan menjadi lahan terbangun meningkat seiring dengan pemenuhan kebutuhan sektor perdagangan dan jasa. Taman kota sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan lahan terbuka yang memiliki manfaat dan fungsi ekologis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Mengingat hal tersebut, penyediaan taman kota sebagai RTH merupakan sebuah tantangan utama pada kawasan perkotaan. Kota Bekasi merupakan kota yang letaknya strategis serta merupakan hinterland bagi Jakarta. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan guna lahan, pertumbuhan penduduk, dan peningkatan persentase lahan terbangun yang signifikan seiring dengan tingginya angka kepadatan penduduk di Kota Bekasi. Kepadatan penduduk memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyediaan RTH publik di suatu wilayah. Pada wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, kebutuhan akan RTH semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam penyediaan taman kota di Kota Bekasi sehingga menjadi dasar kajian dalam penyediaan RTH untuk mendukung pembangunan berkelanjutan pada wilayah penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu teknik analisis deskriptif dan analisis Delphi melalui kuesioner kepada stakeholder. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat delapan faktor yang mempengaruhi dalam penyediaan taman kota di Kota Bekasi yakni regulasi penyediaan RTH, ketersediaan anggaran, dan partisipasi masyarakat beserta dengan lima faktor lainnya berkaitan dengan kinerja pemerintah serta kondisi iklim kawasan.