Minat belajar merupakan pondasi utama dalam mencapai keberhasilan proses pendidikan, namun rendahnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran konvensional menjadi tantangan nyata yang dihadapi pendidik diera digital ini. Pembelajaran pada mata pelajaran IPAS khususnya disekolah dasar kerap berlangsung monoton dan kurang mampu membangkitkan antusiasme siswa, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan generasi visual-digital saat ini. Penelitian ini mengkaji pengaruh materi audio-visual yang diperkaya dengan powtoon terhadap minat belajar siswa kelas lima dalam kurikulum IPAS. Menggunakan Desain Kelompok Nonequivalent Control Group Design, eksperimen ini membandingkan kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Peserta penelitian terdiri dari 42 siswa dari SD Inpres 3 Talise, yang dibagi secara merata sehingga setiap kelompok terdiri dari 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui administrasi instrumen pretest dan posttets. Sementara kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran yang diperkaya dengan bahan audio-visual berbasis powtoon, kelompok kontrol diajarkan menggunakan teknik pedagogis konvensional. Untuk mengukur minat siswa, digunakan kuesioner yang telah tervalidasi dengan koefisien reliabilitas 0.856. Prosedur analitis melibatkan Uji T dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan antara kedua kelompok. Secara spesifik, Uji T menghasilkan nilai p sebesar 0.000, sehingga Hₐ diterima. Hasil ini membuktikan adanya dampak nyata dari media yang terintegrasi dengan powtoon terhadap minat siswa. Selain itu, skor N-gain menunjukkan perbedaan yang signifikan: kelompok eksperimen mencapai peningkatan rata-rata sebesar 75,74, sedangkan kelompok kontrol hanya mencatat 15,98. Hasil ini mendukung teori pembelajaran multimedia, yang menyatakan bahwa peserta didik memperoleh manfaat lebih besar ketika informasi disajikan melalui dua saluran visual dan auditif menggunakan media yang diperkaya dengan powtoon.