Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Kooperatif dan Kolaboratif Nur Qalbi Fitratunnisa Bahar; Usman; Besse Marjani Alwi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288170

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji mengenai definisi, karakteristik, langkah-langkah penerapan, dan model-model strategi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif serta implikasinya dalam pembelajaran PAI. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pustaka (library research). Sumber data terdiri atas berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, dan sumber pustaka lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kooperatif dan kolaboratif merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada kerja sama antarpeserta didik untuk mencapai tujuan belajar bersama. Karakteristik utama pembelajaran kooperatif dan kolaboratif mencakup adanya saling ketergantungan yang positif, interaksi langsung yang mendukung, tanggung jawab individu dan kelompok, keterampilan sosial, serta evaluasi kelompok. Langkah-langkah penerapan strategi ini dimulai dari perencanaan pembelajaran, pembentukan kelompok heterogen, pembagian peran dan tugas, kegiatan diskusi dan pemecahan masalah, presentasi hasil, hingga evaluasi serta refleksi bersama terhadap hasil belajar. Model-model pembelajaran yang termasuk dalam strategi kooperatif dan kolaboratif antara lain Jigsaw, Number Heads Together (NHT), Student Team Achievement Divisions (STAD), dan Team Accelerated Instruction (TAI). Implementasi dalam pembelajaran PAI dilakukan melalui pembentukan kelompok belajar yang aktif dan interaktif. Guru berperan sebagai fasilitator untuk membimbing proses diskusi, memberikan motivasi, melakukan evaluasi, dan memberikan penghargaan terhadap pencapaian kelompok. Dengan demikian, pembelajaran PAI menjadi lebih bermakna dan membangun nilai-nilai kebersamaan serta toleransi. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan strategi kooperatif dan kolaboratif dalam pembelajaran PAI dapat secara signifikan meningkatkan partisipasi peserta didik. Atas dasar temuan tersebut, kedua strategi tersebut direkomendasikan sebagai pilihan alternatif untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
Teori Belajar Behaviorisme dan Pendidikan Islam (Hadiah dan Hukuman (Reward and Punishment); Telaah Unsur-Unsur Behaviorisme dalam Hubungannya dengan Pendidikan Islam) Nur Qalbi Fitratunnisa Bahar; Usman; Muljono Damopolii
Jurnal Riksa Cendikia Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Riksa Cendikia Nusantara - Juli 2026
Publisher : Jurnal Riksa Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21350318

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan teori belajar behaviorisme dengan Pendidikan Islam melalui kajian konsep reward and punishment (hadiah dan hukuman) serta unsur-unsur behaviorisme yang berkaitan dengan proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan positif, penguatan negatif, hukuman, dan pembiasaan dalam perspektif behaviorisme serta relevansinya dengan konsep pendidikan Islam seperti tsawab, targhib, ‘iqab, dan ta’zir. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah berbagai literatur, buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip behaviorisme memiliki keterkaitan dengan pendidikan Islam melalui pembentukan perilaku, pembiasaan, pemberian penghargaan, dan sanksi edukatif. Namun, pendidikan Islam memiliki orientasi yang lebih luas karena tidak hanya menilai perilaku lahiriah, tetapi juga menekankan niat (niyyah), kesadaran spiritual, dan pembentukan akhlak mulia. Oleh karena itu, behaviorisme perlu diterapkan secara proporsional dan diintegrasikan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah agar mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki perilaku baik, tetapi juga karakter Islami yang kuat.