Muhammad Saleh
Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah, Lhokseumawe, Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Komunikasi Publik Pasca Banjir Aceh 2025: Media Sosial sebagai Kanal Bantuan dan Ruang Kritik Pemerintah Ridha Maulana; Muhammad Saleh; Darmadi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19025782

Abstract

Banjir bandang Aceh 2025 (419 korban jiwa, 2,58 juta terdampak) picu transformasi komunikasi publik dari top-down ke kolaboratif partisipatif via media sosial. Tujuan: Analisis peran media sosial sebagai kanal bantuan, ruang kritik, dan dialog krisis. Metode: Kualitatif deskriptif-interpretatif, analisis tematik konten Instagram, TikTok, X pasca-November 2025. Hasil: Warga ikut berpartisipasi dalam memberitakan, influencer galang miliaran donasi, #PeringatanDarurat tuntut transparansi; selaras Social Change Theory Giddens. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa komunikasi efektif Adalah kunci resiliensi sosial.
Dari Informasi Publik ke Cerita Personal: Penerapan Teori Penetrasi Sosial dalam Narasi Korban Banjir Aceh Muhammad Fauzal Ahdaa; Muhammad Saleh; Darmadi
Jurnal Wacana Sosial Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Wacana Nusantara - Januari 2026
Publisher : Jurnal Wacana Sosial Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18288269

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan narasi korban banjir Aceh 2025 dari komunikasi informatif menuju keterbukaan diri emosional dalam ruang digital. Dengan pendekatan kualitatif analisis naratif dan kerangka Teori Penetrasi Sosial, studi ini menelaah dinamika breadth dan depth narasi korban pada fase pasca bencana. Data diperoleh dari unggahan media sosial, testimoni korban, serta laporan media. Temuan menunjukkan bahwa narasi korban berkembang bertahap melalui fase orientasi, eksploratif afektif, hingga pendalaman emosional yang stabil, dipengaruhi solidaritas digital dan kepercayaan audiens. Studi ini memperluas penerapan teori komunikasi interpersonal dalam konteks komunikasi bencana serta menegaskan korban sebagai aktor komunikasi aktif dan berorientasi pada pemulihan psikososial berkelanjutan.