Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mendorong peningkatan kebutuhan akan infrastruktur jaringan berkecepatan tinggi, di mana fiber optik menjadi solusi utama karena memiliki kapasitas bandwidth besar, stabilitas tinggi, serta latensi rendah. Teknologi ini mendukung transformasi digital dan pembangunan masyarakat gigabit, sekaligus menjadi fondasi jaringan masa depan seperti F5G. Namun, pesatnya perkembangan teknologi jaringan optik belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya pada pendidikan vokasi. Studi ini mengkaji kesenjangan kompetensi antara kebutuhan industri telekomunikasi dan kemampuan guru serta siswa pada program Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK Muhammadiyah Purworejo. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa pembelajaran masih berfokus pada jaringan konvensional berbasis kabel tembaga, sementara penguasaan teknologi fiber optik masih terbatas pada aspek teoritis tanpa didukung praktik langsung. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung seperti perangkat penyambungan dan pengukuran serta belum tersedianya modul praktikum FTTx menjadi kendala utama. Oleh karena itu, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik yang meliputi Training of Trainers (ToT) bagi guru dan pelatihan teknis bagi siswa, seperti penyambungan serat optik, pemasangan konektor, dan pengukuran redaman jaringan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis peserta serta mendukung pengembangan pembelajaran berbasis teknologi jaringan modern di lingkungan SMK. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam teknologi fiber optik, sehingga dapat memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.