Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN  NOCTURIA DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELITUS Nuning Wahyu Tri Untari; Anik Suwarni; Ni’mah Mufidah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66340/qsvwzd95

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam meningkat. Penderita DM akan mengalami berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti lemas,sering kesemutan, rasa lapar, rasa haus, gangguan berkemih dimalam hari (nocturia). Nocturia adalah penyakit yang sangat umum dan mengganggu gejala saluran kemih. Insiden nocturia meningkat seiring bertambahnya usia. Berkemih dimalam hari akan menyebabkan seseorang terbangun dari tidur normalnya. Frekuensi berkemih yang berlebihan di malam hari akan menggangu siklus tidur normal dan berakibat menurunya kualitas tidur. Tujuan: mengetahui hubungan nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Metode: Rancangan penelitian adalah deskriptif korelatif dengan rancangan  cross sectional design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner nocturia ICIQ-N dan kuesioner kualitas tidur PSQI. Populasi dalam penelitian ini adalah 92 responden yang merupakan rata-rata jumlah pasien DM perbulan di Klinik Bhayangkara Surakarta, dengan jumlah sampel 50 responden. Data penelitian di analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kendall Tau Hasil: Derajat nocturia responden berhubungan dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta ditunjukan dengan hasil uji statistik dengan nilai p=0,001 dan r= 0,603. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Semakin berat nocturia yang dialami, semakin buruk kualitas tidur responden.
Pengaruh stress ball therapy terhadap kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea Galih Adi Prasetyo; Anik Suwarni; Ni’mah Mufidah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 7 (2025): October Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i7.1335

Abstract

Background: Sectio caesarea surgery is a surgical procedure that often causes anxiety in patients. This anxiety needs to be reduced to prevent adverse physical and psychological impacts. One potential non-pharmacological method is stress ball therapy, which can provide a relaxing effect and reduce anxiety through sensory stimulation. Purpose: To determine the effect of stress ball therapy on anxiety in pre-operative sectio caesarea patients at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The study sample consisted of 35 mothers undergoing cesarean section who met the criteria. Stress ball therapy intervention was performed before entering the operating room. The participants held the ball for 3-5 seconds, repeating it 10 times within 1-minute, alternating hands. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) before and after the intervention. Results: Statistical analysis showed a difference in mean scores from 30.31 to 21.34, and a Marginal Homogeneity Test with a p-value of 0.000 (p < 0.05). This indicates that stress ball therapy has an effect on anxiety levels in pre-sectio caesarea patients. Conclusion: Stress ball therapy has been proven effective as a complementary therapy in reducing post-sectio caesarea pain. It can be used as a reference in nursing practice to improve care for pre-operative mothers.